Kopi Pagi: Mengisi Kemerdekaan Tiada Akhir

Senin 31 Agu 2026, 10:32 WIB
Ilustrasi Kopi Pagi. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi Kopi Pagi. (Sumber: Poskota)

Memperdaya sesama , menerima suap dan pungli tanpa ditutup-tutupi lagi. Bahkan, tidak sedikit pejabat publik yang terlihat senyum ceria ketika mengenakan rompi tahanan KPK. Bukan rasa malu yang diperlihatkan dengan gesture tubuh, sebagaimana maksud Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan baju tahanan kepada koruptor.

Untuk mengisi kemerdekaan  menyongsong masa depan yang lebih baik lagi, menuju Indonesia Emas, selain rasa bangga terhadap negeri sendiri, rasa malu mutlak perlu dibudayakan, yang penerapannya dimulai dari pribadi hingga tingkat elite bangsa ini dalam kehidupan sehari – hari.

Untuk menjadi bangsa yang besar dan mandiri, negara kita memerlukan dukungan seluruh rakyat yang memiliki “rasa malu”. Malu untuk korupsi, malu menerima suap dan pungli, malu mengambil yang bukan haknya, malu memperdaya, mengakali dan menindas saudara sendiri.

Mari kita mulai dari diri kita sendiri


Berita Terkait


News Update