Kopi Pagi: Mengisi Kemerdekaan Tiada Akhir

Senin 31 Agu 2026, 10:32 WIB
Ilustrasi Kopi Pagi. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi Kopi Pagi. (Sumber: Poskota)

POSKOTA.CO.ID”Edukasi bangga terhadap negeri sendiri tidak sebatas slogan dan retorika. Tidak cukup melalui upacara, peringatan, atau seremonial semata. Yang utama adalah membangun jati diri bangsa cinta negeri melalui rangkaian aktivitas sehari - hari. Ada pembuktian diri "Aku bangga menjadi bangsa Indonesia", -Harmoko-

Peringatan bulan kemerdekaan ini boleh berakhir, tetapi mengisi kemerdekaan tiada akhir. Mengisi kemederkaan melalui serangkaian program pembangunan nasional harus terus berlanjut guna mewujudkan keadian sosial dan kemakmuran rakyat sebagaimana tujuan negeri ini didirikan.

Sekalipun sudah tercipta kondisi yang benar – benar adil dan makumur, pembangunan bukan lantas terhenti, terlebih jika adil dan makmur yang hakiki belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Membangun tentu bukan hanya secara fisik (infrastruktur), juga manusia seutuhnya tentang mentalnya, budayanya, agamana, kehdidupan sosialnya. Belum lagi ekonominya, lingkungannya, membangun sumber daya alamnya demi masa depan bangsa, anak cucu kita kelak.

Baca Juga: Kopi Pagi: Menyiapkan Generasi Emas

Itulah mengapa sering disebut pembangunan berkesinambungan yang merawat warisan kebudayaan dengan kesenian yang indah, kearifan lokal sebagai potensi bangsa, sumber daya alam yang melimpah ruah sebagai modal membangun negeri, serta sumber daya manusia sebagai kekuatan terbesar mengelola negara menuju cita – citanya.

Sulit terbantahkan, pembangunan berkesinambungan dapat bejalan sesuai harapan , jika ditopang oleh stabilitas di bidang pertahanan dan keamanan, tak kalah pentingnya stabilitas politik.

Kongsi politik melalui koalisi baik di pemerintahan maupun di parlemen bagian dari upaya untuk merawat stabilitas politik, meski dalam sistem demokrasi di negara manapun diperlukan kekuatan penyeimbang guna mengawal pemerintahan agar senantiasa berjalan di jalur yang benar- sering disebut on the track. Sudah sesuai rencana,benar programnya, benar kebijakan yang digulirkan, benar arahnya, benar pula sasaran tergetnya.

Pokok–pokok haluan negara (PPHN) yang hendak dibentuk (diundangkan) bertujuan agar pembangunan berkesinambungan berjalan dengan baik, kondisi selalu on the track tetap terjaga dari masa ke masa, dari periode ke periode berikutnya siapa pun kepala eksekutif  dan legislatifnya, siapa pun presiden dan ketua parlemennya.

Baca Juga: Kopi Pagi: Koperasi vs Oligarki Ekonomi

PPHN akan menjadi produk hukum yang dipatuhi semua lembaga negara, jika telah diamanatkan dalam konstitusi negara. Tanpa payung hukum yang kuat, pembanguan berkesinambungan hanya moncer dalam slogan, namun jauh dari  kenyataan.


Berita Terkait


News Update