Kopi Pagi: Menyiapkan Generasi Emas

Kamis 23 Jul 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi Kopi Pagi. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi Kopi Pagi. (Sumber: Poskota)

POSKOTA.CO.ID - “.. perlu menciptakan visi generasi emas berintegritas yang berarti memiliki karakter kuat, teguh mempertahankan prinsip, memiliki pribadi yang jujur,  taat asas, norma dan etika menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral,” -Harmoko-

Anak bukan sekadar keturunan, hasil perkawinan dan buah cinta pasangan yang saling menyayangi. Pada saatnya mereka akan tumbuh besar, dewasa, dan menjadi diri sendiri. Menjadi generasi penerus cita – cita bangsa, pewaris tanah air dan negara kita.

Tak berlebihan jika dikatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu memastikan setiap anak tumbuh sehat, aman, dihargai dan memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya.

Kehadiran negara menjadi pilar utama, selain peran kita semua para orang tua dan masyarakat secara keseluruhan. Ini hendaknya menjadi komitmen bersama dalam momentum memperingati Hari Anak Nasional 23 Juli 2026.

Baca Juga: Kopi Pagi: Sehat Mental dan Sosial

Sudahkah itu semua dilaksanakan? Jawabnya masih dalam proses menuju ke sana. Dan, proses ini harus terus berlanjut sebagai upaya menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Bicara Indonesia Emas berarti menyiapkan generasi yang sekarang masih duduk di bangku TK dan sekolah dasar. Merekalah yang akan mengisi ruang - ruang penting kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mereka pula yang akan menjadi tenaga ahli untuk membangun negeri ini dengan profesinya masing - masing sebagai insinyur, dokter, guru, dosen, petani, ilmuwan, pengusaha, aparat penegak hukum, auditor hingga pemimpin negeri ini.

Dapat dikatakan mereka adalah wajah Indonesia tahun 2045, sebagai negara maju, modern dan sejajar dengan negara –negara adidaya di dunia, berdaya saing tinggi di panggung global. Itulah konsep Indonesia Emas.

Baca Juga: Kopi Pagi: Pejuang Rakyat

Mampukah target itu tercapai? Jawabnya kita optimis harus dapat dicapai. Tetapi yang lebih mendasar adalah sudahkah kita menyiapkan secara sungguh – sungguh generasi emas sejak sekarang.


Berita Terkait


News Update