Obrolan Warteg: Tak Kenal Tanggal Merah, Hari Libur Tetap Bekerja untuk Rakyat

Rabu 26 Agu 2026, 09:18 WIB
Obrolan warteg hari ini, Rabu, 26 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)
Obrolan warteg hari ini, Rabu, 26 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Arif Setiadi)

Oleh: Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID - Hari libur tetap bekerja, itu biasa bagi perusahaan media. Bahkan, ketika lebaran atau tahun baru tidak ada cuti bersama sebagaimana karyawan perusahaan lainnya.

“Kalaupun libur lebaran, cuma sehari pada lebaran hari pertama, hari kedua sudah masuk kerja," ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Iya sudah puluhan tahun kerja di perusahaan media, libur lebaran cuma sehari,hari kedua lebaran sudah masuk kerja seperti biasa, karena H+3 lebaran koran suah terbit,” tambah Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Prihatin, Petinggi PTN Terjerat Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru 

“Jadi hari libur masuk kerja bukan hal baru dan tabu ya. Ini yang kami alami ketika bekerja di media massa. Sering dikatakan tak kenal hari libur. Kalaupun libur semata media enggak terbit karena satu dan lain hal,” urai mas Bro.

“Terlebih di era digital sekarang ini, media online nggak kenal hari libur. Tetap online menyampaikan beragam informasi kepada publik,” kata Heri.

“Lantas kapan awak media libur dong?” tanya Yudi.

“Masing-masing perusahaan punya kebijakan mengatur jadwal libur sepekan sekali bagi karyawannya, utamanya di jajaran redaksi. Yang pasti tidak pada hari hari pada hari-hari besar, cuti bersama," jelas mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Bijak Merespons 'Kupas Bawang'

“Berarti saat libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap masuk ya?” tanya Yudi.

“Iyalah tetap masuk kerja, enggak ikut libur, produksi redaksi tetap berjalan seperti hari-hari biasanya,” jawab Heri.

“Lagi pula setiap momen peringatan hari besar yang terpenting adalah memaknainya, bukan seremonialnya. Memaknai untuk memahami, menghayati kemudian mengamalkannya,” kata Yudi.

“Dalam konteks peringatan Maulid Nabi Muhammad, adalah memaknai keteladannya, terlebih sampai mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari demi kemaslahatan umat,” harap mas Bro.

“Bukan sebatas keteladanan soal perjuangannya memajukan umat,juga akhlak, adab,dan perilakunya sebagai pemimpin umat, utamanya soal kejujuran dan keadilan yang saat ini perlu dikedepankan,” kata Heri.

“Selain kejujuran, meneladani menjadi pemimpin yang dapat dipercaya dan mampu berperan sebagai penyampai kebenaran, bukan kepalsuan, terlebih kebohongan,” ujar Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Awas Kekeringan, Mari Hemat Air

“Ngomong soal tanggal merah tetap bekerja dan berkarya juga telah dilakukan Kabinet Merah Putih. Seperti disinggung Presiden Prabowo Subianto, ritme

kerja jajaran Kabinet Merah Putih hampir tidak mengenal tanggal merah,” urai Heri.

Seperti diberitakan, hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri peluncuran dan peletakan batu pertama pembangunan pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026 – bertepatan dengan Libur Nasional Peringatan Maulid Nabi.

“Bukti hari libur tetap bekerja dan berkarya untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat,” kata Heri.


Berita Terkait


News Update