Katababa Soroti Demo 27 Agustus 2026, Singgung Persatuan hingga RUU Perampasan Aset

Rabu 26 Agu 2026, 13:50 WIB
Kreator konten Betawi Katababa menyampaikan pesan terkait rencana demo 27 Agustus 2026 melalui akun Instagram pribadinya. (Sumber: Youtube)
Kreator konten Betawi Katababa menyampaikan pesan terkait rencana demo 27 Agustus 2026 melalui akun Instagram pribadinya. (Sumber: Youtube)

POSKOTA.CO.ID - Kreator konten asal Betawi, Katababa, ikut merespons rencana aksi demo 27 Agustus 2026 yang dijadwalkan berlangsung di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Pesannya disampaikan melalui video di akun Instagram pribadinya dan ramai mendapat perhatian warganet.

Katababa, yang memiliki sekitar 1,5 juta pengikut, membahas rencana aksi tersebut dengan gaya khasnya, yakni serius tetapi tetap diselingi candaan. Hingga Rabu (26/8/2026), video tersebut telah mendapat sekitar 21,9 ribu likes dan 490 komentar.

Katababa Bahas Demo 27 Agustus 2026

Dalam video tersebut, Katababa awalnya ditanya mengenai pandangannya terhadap aksi demo 27 Agustus 2026.

"Jawabnya mau serius apa santai sambil bercanda aja?" ujar Katababa, dikutip dari instagramnya, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Jadwal Demo Besok 27 Agustus 2026 di Jakarta Mulai Jam Berapa? Cek Waktu Aksi dan Lokasi yang Disasar

Penonton kemudian memilih agar Katababa menyampaikannya dengan cara santai. Dari sana, ia menyampaikan sejumlah pesan yang tidak hanya berkaitan dengan aksi demonstrasi, tetapi juga persatuan masyarakat.

Salah satunya ditujukan kepada warga Pati yang disebut sudah berada di Jakarta. Katababa bahkan berharap dapat bertemu Koordinator Aliansi Masyarakat Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Ia menyiapkan kaus bertema Sunda, Betawi dan Jawa sebagai simbol keberagaman.

"Jadi gue ada oleh-oleh buat Mas Botok. Ini kaos Sunda Betawi Jawa. Berbeda di bumi Pertiwi. Tetap satu jiwa," kata Katababa.

Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan suku tidak seharusnya menjadi alasan masyarakat saling berhadapan.

Pesan Katababa Menjelang Aksi

Ada beberapa poin utama yang disampaikan Katababa dalam videonya:

Mengajak menjaga persatuan

Katababa mengaku sudah lelah melihat masyarakat diadu domba berdasarkan latar belakang suku. Ia berharap warga tetap rukun meski memiliki pandangan berbeda.

Mendorong pemberantasan korupsi

Ia menyebut koruptor sebagai musuh bersama dan meminta RUU Perampasan Aset segera disahkan.

Menyoroti aksi tandingan

Katababa juga menyinggung kabar adanya aksi tandingan pada 27 Agustus. Ia meminta kelompok yang mendukung pemerintah tidak menggelar aksi pada tanggal yang sama agar tidak memicu gesekan.

"Kalau memang tanggal 27 yang pro-pemerintah mau ikut demo juga, tolong di hari berikutnya atau tanggal yang lainnya," ujarnya.

Meminta aksi berlangsung damai

Ia berpesan agar para pemangku kekuasaan menemui masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi. Katababa juga mengingatkan peserta aksi untuk tidak terprovokasi.

"Kita tentunya aksi damai. Jangan ada provokator dan lain sebagainya. Kita sesama anak bangsa," katanya.

Menyampaikan kritik lewat pantun

Katababa menutup pesannya dengan sejumlah pantun yang berisi kritik terhadap pemerintah, termasuk soal pengelolaan sumber daya dan kebutuhan pemerintah untuk berbenah.

Baca Juga: 10 Tuntutan Demo Besok 27 Agustus 2026 di DPR: Adili Prabowo-Gibran

Katababa Tekankan Persatuan di Tengah Perbedaan

Di tengah ramainya pembahasan mengenai demo 27 Agustus 2026, pesan Katababa sebenarnya tidak hanya berisi kritik. Ia juga berulang kali menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari provokasi.

Hal itu terlihat dari kaus yang ia siapkan untuk Supriyono alias Botok. Perpaduan simbol Sunda, Betawi dan Jawa dipilih untuk menggambarkan masyarakat yang berbeda latar belakang tetapi tetap berada dalam satu bangsa.

"Indonesia negara yang makmur, tapi sayang salah kelola," ucapnya melalui salah satu pantun.

Di akhir video, Katababa kembali menyampaikan kecintaannya terhadap Indonesia.

"I love you. Terima kasih," pungkasnya.

Respons Katababa terhadap demo 27 Agustus 2026 menjadi perhatian karena disampaikan dengan gaya yang ringan, tetapi membawa sejumlah pesan serius. Mulai dari pemberantasan korupsi, pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga ajakan menjaga persatuan, ia meminta perbedaan pendapat tidak berubah menjadi konflik antarwarga.


Berita Terkait


News Update