Katababa mengaku sudah lelah melihat masyarakat diadu domba berdasarkan latar belakang suku. Ia berharap warga tetap rukun meski memiliki pandangan berbeda.
Mendorong pemberantasan korupsi
Ia menyebut koruptor sebagai musuh bersama dan meminta RUU Perampasan Aset segera disahkan.
Menyoroti aksi tandingan
Katababa juga menyinggung kabar adanya aksi tandingan pada 27 Agustus. Ia meminta kelompok yang mendukung pemerintah tidak menggelar aksi pada tanggal yang sama agar tidak memicu gesekan.
"Kalau memang tanggal 27 yang pro-pemerintah mau ikut demo juga, tolong di hari berikutnya atau tanggal yang lainnya," ujarnya.
Meminta aksi berlangsung damai
Ia berpesan agar para pemangku kekuasaan menemui masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi. Katababa juga mengingatkan peserta aksi untuk tidak terprovokasi.
"Kita tentunya aksi damai. Jangan ada provokator dan lain sebagainya. Kita sesama anak bangsa," katanya.
Menyampaikan kritik lewat pantun
Katababa menutup pesannya dengan sejumlah pantun yang berisi kritik terhadap pemerintah, termasuk soal pengelolaan sumber daya dan kebutuhan pemerintah untuk berbenah.
Baca Juga: 10 Tuntutan Demo Besok 27 Agustus 2026 di DPR: Adili Prabowo-Gibran
Katababa Tekankan Persatuan di Tengah Perbedaan
Di tengah ramainya pembahasan mengenai demo 27 Agustus 2026, pesan Katababa sebenarnya tidak hanya berisi kritik. Ia juga berulang kali menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari provokasi.
Hal itu terlihat dari kaus yang ia siapkan untuk Supriyono alias Botok. Perpaduan simbol Sunda, Betawi dan Jawa dipilih untuk menggambarkan masyarakat yang berbeda latar belakang tetapi tetap berada dalam satu bangsa.
"Indonesia negara yang makmur, tapi sayang salah kelola," ucapnya melalui salah satu pantun.
Di akhir video, Katababa kembali menyampaikan kecintaannya terhadap Indonesia.
