Jelang Aksi 27 Agustus, Tokoh Nasional Serukan Situasi Tetap Kondusif

Rabu 26 Agu 2026, 17:48 WIB
Sejumlah tokoh nasional, aktivis, dan perwakilan organisasi relawan mengikuti diskusi dan konferensi pers bertema “Menjaga Stabilitas dan Kondusifitas Nasional” menjelang aksi 27 Agustus 2026 di Jakarta. (Sumber: Istimewa)
Sejumlah tokoh nasional, aktivis, dan perwakilan organisasi relawan mengikuti diskusi dan konferensi pers bertema “Menjaga Stabilitas dan Kondusifitas Nasional” menjelang aksi 27 Agustus 2026 di Jakarta. (Sumber: Istimewa)

Senada, Syahganda Nainggolan menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak politik setiap warga negara. Namun, hak tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak berubah menjadi kerusuhan sosial.

Ia meminta pihak yang menggerakkan massa turut bertanggung jawab memastikan aksi berlangsung aman dan tidak menimbulkan korban maupun kerugian bagi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk belajar dari situasi yang terjadi pada Agustus tahun sebelumnya. Stabilitas nasional perlu dijaga agar pemerintahan yang sah dapat menjalankan berbagai program yang ditujukan bagi masyarakat,” kata Syahganda.

Ia menyebut sejumlah program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat, membutuhkan situasi nasional yang stabil agar dapat berjalan secara optimal.

“Teman-teman yang melakukan demonstrasi harus membatasi diri pada penyampaian aspirasi. Penyampaian aspirasi adalah hak politik setiap warga negara, tetapi jangan memprovokasi menjadi kerusuhan sosial,” tegasnya.

Soroti Pernyataan Budi Arie

Sementara itu, H. Kurniawan menyoroti video pernyataan Budi Arie yang beredar luas di media sosial dan memicu spekulasi mengenai kemungkinan percepatan pergantian kekuasaan sebelum 2029.

Menurut Kurniawan, pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan tafsir politik di tengah situasi nasional yang membutuhkan stabilitas.

Ia menegaskan bahwa relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto akan tetap mengawal pemerintahan hingga akhir masa jabatan sesuai ketentuan konstitusi.

“Kami siap bersama Prabowo untuk mempertahankan pemerintahan ini bukan karena haus kekuasaan, tetapi demi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Kurniawan mengatakan pihaknya menghormati setiap pandangan politik yang disampaikan oleh siapapun. Namun, ia menyayangkan pernyataan mengenai kemungkinan pengambilalihan kekuasaan lebih cepat dari 2029.

“Kita tekankan sekali lagi, pemerintah sedang fokus bekerja dan menyukseskan program-program Bapak Presiden. Masyarakat mendukung program tersebut,” katanya.

Para tokoh yang hadir dalam forum tersebut pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan penyampaian aspirasi secara damai serta menjaga keamanan dan ketertiban menjelang aksi 27 Agustus 2026.


News Update