Hapernas dan Pekerjaan Rumah Besar Perumahan Indonesia

Rabu 26 Agu 2026, 14:06 WIB
Ilustrasi tempat tinggal. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi tempat tinggal. (Sumber: Poskota)

Masuknya investasi Qatar tentu merupakan peluang besar. Tetapi investasi asing di sektor perumahan harus dirancang agar tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pemerintah perlu memastikan adanya manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan negara, mulai dari harga hunian yang terjangkau, kepastian penerima manfaat, kualitas bangunan, pengelolaan kawasan, integrasi transportasi, hingga skema pengembalian investasi yang sehat. Dengan demikian, investasi asing benar-benar menjadi pengungkit untuk mengatasi backlog perumahan, bukan sekadar bisnis properti di tengah kota.

Pada akhirnya, Hari Perumahan Nasional 2026 seharusnya menjadi momentum untuk melihat perumahan sebagai bagian integral dari cita-cita kemerdekaan. Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berapa banyak jalan, bendungan, kawasan industri atau gedung yang dibangun, tetapi juga berapa banyak keluarga yang dapat pulang ke rumah yang layak, aman, sehat, dan terjangkau.

Program Tiga Juta Rumah memberikan arah besar untuk menjawab kebutuhan tersebut. Tantangannya adalah bagaimana seluruh instrumen mulai dari anggaran negara, pembiayaan perbankan, tabungan perumahan, investasi swasta dan asing, aset negara, serta kolaborasi pemerintah daerah dapat disatukan dalam satu ekosistem.

Karena itu, memperingati Hari Perumahan Nasional yang berdekatan dengan Hari Kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial. Keduanya mengingatkan kita pada satu pesan sederhana, kemerdekaan harus dirasakan sampai ke dalam rumah. Ketika rakyat memiliki hunian yang layak dan terjangkau, keluarga menjadi lebih tenang, anak-anak memiliki ruang untuk tumbuh, produktivitas meningkat, dan masa depan menjadi lebih pasti.

Disclaimer: Artikel ini tidak mewakili sikap redaksi, sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Berita Terkait


News Update