El Nino Picu Kemarau Ekstrim, BMKG Peringatkan Warga Jakarta Waspada Kebakaran dan Krisis Air Bersih

Rabu 26 Agu 2026, 17:54 WIB
Ilustrasi kekeringan saat musim kemarau. (Sumber: Freepik/@jcomp)
Ilustrasi kekeringan saat musim kemarau. (Sumber: Freepik/@jcomp)

“Walaupun kondisi kemarau semakin dominan, potensi hujan masih tetap ada secara lokal dan sporadis akibat dinamika atmosfer regional maupun faktor lokal,” kata Andri.

Sementara itu, untuk wilayah Jakarta, kondisi kemarau perlu menjadi perhatian karena Jawa termasuk kawasan yang diprakirakan mengalami curah hujan rendah hingga menengah pada periode Agustus III hingga September II 2026.

Situasi ini dapat membuat kondisi udara lebih kering dan meningkatkan kebutuhan kewaspadaan terhadap kebakaran, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki aktivitas padat.

Baca Juga: 46 Desa di Lebak Krisis Air Bersih Imbas Kemarau, 13.500 KK Terdampak

“Prakiraan curah hujan periode Agustus III hingga September II 2026 umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, dengan kategori rendah masih mendominasi sebagian besar wilayah Jawa,” jelas Andri.

Namun, masyarakat diharapkan tetap perlu mewaspadai perubahan cuaca karena hujan lokal masih dapat terjadi.

Hujan tersebut berpotensi disertai petir dan angin kencang sehingga warga perlu mengantisipasi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir ketika cuaca memburuk.

“Potensi hujan dengan intensitas bervariasi tetap ada secara lokal, terutama di wilayah yang dipengaruhi dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan,” tutur Andri. 

Baca Juga: Rumah Cepat Berdebu Saat Musim Kemarau? Catat 5 Cara Efektif Menguranginya

Selanjutnya, BMKG juga mengimbau masyarakat di Jakarta dan wilayah lainnya untuk mengantisipasi dampak cuaca panas dengan menjaga kecukupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari.

Warga juga diminta menghemat penggunaan air serta tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung atau tabir surya serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari,” ucap Andri.


Berita Terkait


News Update