Perkuat Ketahanan Pangan Lokal, PISPI Gagas Gerakan ‘Tanam Hari Ini, Panen Masa Depan’

Minggu 23 Agu 2026, 16:46 WIB
Potret penyerahan 100.000 batang cabai untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong peningkatan ekonomi petani berbasis potensi lokal di Provinsi Riau. (Sumber: Istimewa)
Potret penyerahan 100.000 batang cabai untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong peningkatan ekonomi petani berbasis potensi lokal di Provinsi Riau. (Sumber: Istimewa)

RIAU, POSKOTA.CO.ID - Perhimpunan Insinyur Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) secara resmi menyerahkan bantuan 100 ribu batang bibit cabai kepada Pemerintah Provinsi Riau, jajaran TNI, Polda Riau, Lanud Roesmin Nurjadin (RSN), serta elemen masyarakat lainnya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Langkah konkret melalui "Gerakan Tanam Cabai 100 Ribu Batang" ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong peningkatan ekonomi petani berbasis potensi lokal di Provinsi Riau.

Ketua Umum PISPI, Achmad Tjachja Nugraha, menegaskan bahwa penyerahan bibit ini bukan sekadar aksi seremonial menanam tanaman holtikultura, melainkan bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang terukur.

"Gerakan Tanam Cabe 100 Ribu Batang harus kita lihat sebagai gerakan ekonomi sekaligus gerakan ketahanan pangan. Target 100 ribu batang ini harus menjadi awal dari sistem produksi cabai yang terencana, terukur, dan berkelanjutan di Riau," ujar Achmad di Riau, Minggu.

Baca Juga: Lapangan Pekerjaan Sulit, Ribuan Sarjana di Kabupaten Tangerang Masih Nganggur

Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut menjelaskan, cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang kerap memicu inflasi dan memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat.

Oleh karena itu, pengelolaan komoditas ini membutuhkan pendekatan komprehensif, mulai dari penyediaan benih unggul, penerapaan teknologi budidaya, hingga rantai pemasaran.

Ia juga mengajak agar gerakan berbasis daerah ini dapat direplikasi secara masif di tingkat nasional.

"Yang paling penting adalah memastikan gerakan kecil berbasis daerah menjadi gerakan nasional. Mari kita manfaatkan sekecil apa pun pekarangan rumah untuk menanam tanaman yang dibutuhkan sehari-hari, seperti cabai, daun bawang, dan selada," tambahnya.

Baca Juga: Atasi Isu Kelaparan Dunia, Bulog Hadiri Forum Ketahanan Pangan Global pada Side Event G20

Menurut Achmad, keberlanjutan program pertanian masa depan sangat bergantung pada integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, serta keterlibatan generasi muda, akademisi, dan dunia usaha.

Mengurangi Ketergantungan Pasokan Luar Daerah

Senada dengan hal tersebut, Direktur BUMD Pangan Provinsi Riau yang juga menjabat sebagai Ketua BPW PISPI Provinsi Riau, Ade Putra Daulay, menyambut optimistis inisiatif ini.

Menurutnya, perluasan areal tanam akan membantu Riau secara bertahap lepas dari ketergantungan pasokan cabai dari luar provinsi.

"Kita ingin Riau semakin mampu memenuhi kebutuhan cabainya sendiri. Gerakan Tanam Cabe 100 Ribu Batang merupakan langkah nyata untuk memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produksi lokal," ungkap Ade.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan di Kabupaten Lebak, Peternak Domba Diberi Bimbingan Teknis

Ade menambahkan, bantuan bibit tanaman secara langsung berdampak pada efisiensi biaya produksi di tingkat petani. Namun, ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar program ini membuahkan hasil optimal.

"Program ini memberikan manfaat lebih besar jika dilakukan secara berkelanjutan dan masif. Bukan hanya menambah volume produksi, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui pendampingan budidaya, efisiensi biaya, serta kepastian akses pasar," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa mewujudkan kemandirian pangan memerlukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, BUMD, perguruan tinggi, hingga komunitas masyarakat.

"Pemerintah, BUMD, petani, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat harus mengambil peran sesuai fungsinya masing-masing. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Ade.

Melalui semangat "Tanam Hari Ini, Panen Masa Depan", Gerakan Tanam Cabe 100 Ribu Batang diharapkan mampu menjadi momentum pembuka bagi terwujudnya kemandirian dan kedaulatan pangan di Provinsi Riau.


Berita Terkait


News Update