POSKOTA.CO.ID - Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau lebih dikenal Haji Isam tiba-tiba muncul dalam isu mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.
Salah satu unggahan di media sosial X menyebut Haji Isam mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin penanganan karhutla.
Informasi tersebut kemudian menjadi perhatian karena Haji Isam dikenal sebagai salah satu pengusaha besar asal Kalimantan Selatan dengan jaringan bisnis yang luas.
Dalam unggahan yang beredar, mandat tersebut disebut diterima Haji Isam pada Sabtu, 22 Agustus 2026, setelah dirinya mendapat komunikasi dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sekitar pukul 11.00 WITA.
Haji Isam kemudian dikabarkan bergerak menuju Kalimantan Selatan untuk membantu mengonsolidasikan penanganan karhutla di lapangan.
Tak lama setelah menerima komunikasi tersebut, Haji Isam disebut bertolak menuju Banjarmasin menggunakan pesawat pribadi sekitar pukul 12.45 WITA.
Kedatangannya dikaitkan dengan upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Namun, informasi mengenai penunjukan Haji Isam sebagai koordinator penanganan karhutla tersebut kemudian dibantah pemerintah.
Mensesneg Bantah Haji Isam Ditunjuk Koordinator Karhutla
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan kabar yang beredar di media sosial itu tidak benar.
Prasetyo menegaskan tidak ada penunjukan khusus terhadap pengusaha bernama lengkap Andi Syamsuddin Arsyad tersebut untuk memimpin penanganan karhutla.
