Indonesia Menuju 100 Tahun Merdeka, Regenerasi Petani jadi Kunci Ketahanan Pangan

Rabu 12 Agu 2026, 14:50 WIB
Ketua Umum PISPI Achmad Tjachja Nugraha (tengah), memberikan dalam kegiatan munas IV beberapa waktu lalu. (Sumber: Pos Kota/Gatot Poedji Utomo)
Ketua Umum PISPI Achmad Tjachja Nugraha (tengah), memberikan dalam kegiatan munas IV beberapa waktu lalu. (Sumber: Pos Kota/Gatot Poedji Utomo)

Mekanisasi pertanian, pemanfaatan data, pemantauan lahan berbasis teknologi hingga pemasaran digital dapat membuat kegiatan pertanian lebih efisien sekaligus membuka berbagai model bisnis baru.

Namun, teknologi harus dibarengi dengan kepastian pasar.

"Kita tidak boleh hanya mendorong anak muda untuk berproduksi. Kita juga harus memastikan ada ekosistem pasar. Petani muda harus tahu kepada siapa produknya akan dijual, berapa nilai tambah yang bisa diperoleh, dan bagaimana mereka bisa memiliki posisi tawar," ujarnya.

Petani Muda Tentukan Ketahanan Pangan 2045

Achmad menegaskan persoalan regenerasi petani pada akhirnya akan menentukan masa depan ketahanan pangan Indonesia.

Indonesia tidak hanya membutuhkan lahan, benih, pupuk, teknologi dan modal, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu mengelola seluruh rantai produksi pangan.

"Nantinya ketahanan pangan pada akhirnya jadi persoalan manusia. Kita membutuhkan lahan, teknologi dan modal, tetapi semua itu membutuhkan generasi yang mampu mengelolanya. Karena itu, regenerasi petani harus menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Ia memprediksi 20 tahun ke depan menjadi periode penting bagi sektor pertanian Indonesia.

Generasi muda yang mulai masuk ke sektor pertanian saat ini akan menjadi bagian dari pelaku utama produksi pangan ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045.

"Karena itu, kemampuan negara menarik, mendidik dan mempertahankan generasi muda di sektor pertanian akan ikut menentukan kuat atau tidaknya ketahanan pangan nasional," tuturnya.

Mengisi kemerdekaan, pada akhirnya bukan hanya soal mengibarkan Merah Putih. Lebih dari itu, Indonesia perlu memastikan setiap generasi tetap memiliki kemampuan untuk menghasilkan pangan bagi bangsanya sendiri.


Berita Terkait


News Update