Indonesia Menuju 100 Tahun Merdeka, Regenerasi Petani jadi Kunci Ketahanan Pangan

Rabu 12 Agu 2026, 14:50 WIB
Ketua Umum PISPI Achmad Tjachja Nugraha (tengah), memberikan dalam kegiatan munas IV beberapa waktu lalu. (Sumber: Pos Kota/Gatot Poedji Utomo)
Ketua Umum PISPI Achmad Tjachja Nugraha (tengah), memberikan dalam kegiatan munas IV beberapa waktu lalu. (Sumber: Pos Kota/Gatot Poedji Utomo)

BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Kemerdekaan Indonesia tak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan. Lebih dari itu, kemerdekaan juga berarti kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Di tengah momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, regenerasi petani menjadi salah satu pekerjaan rumah penting yang perlu segera mendapat perhatian. Sebab, peningkatan produksi pangan tidak akan berarti banyak apabila Indonesia kehilangan generasi yang mampu mengelola sektor pertanian pada masa mendatang.

Perhimpunan Insinyur Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) menilai regenerasi petani harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam strategi ketahanan pangan nasional.

Guru Besar Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (BPP PISPI), Achmad Tjachja Nugraha, mengatakan persoalan pertanian Indonesia tidak cukup hanya dilihat dari capaian produksi.

Baca Juga: Seorang Petani di Lembang KBB Terbawa Arus Banjir Bandang, Polisi Terjunkan Anjing Pelacak

Menurutnya, peningkatan produksi padi memang menjadi capaian penting dan sejalan dengan target pemerintah. Namun, ada persoalan yang lebih besar untuk dipikirkan, yakni siapa yang akan mengelola lahan pertanian dan memproduksi pangan dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.

"Regenerasi petani bukan sekadar persoalan siapa yang akan bekerja di sawah. Ini menyangkut masa depan ketahanan pangan Indonesia. Kalau hari ini kita tidak menyiapkan generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian, maka 20 tahun mendatang kita akan menghadapi persoalan yang jauh lebih besar," kata Achmad kepada Poskota, Rabu, 12 Agustus 2026.

Regenerasi Petani jadi Tantangan Ketahanan Pangan

Achmad menyebut momentum kemerdekaan seharusnya menjadi pengingat bahwa kedaulatan pangan merupakan bagian dari makna kemerdekaan.

Menurut dia, bangsa yang masih bergantung pada pasokan pangan dari luar negeri akan sulit disebut benar-benar merdeka dalam urusan pangan.

Baca Juga: Gagal Panen di Bekasi: Petani Rugi Jutaan, Gabah Tak Laku

Di sisi lain, mulai muncul fenomena anak muda yang meninggalkan pekerjaan di perkotaan dan memilih terjun ke sektor pertanian. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan pandangan terhadap profesi petani.


Berita Terkait


News Update