Petani di Lebak Terpaksa Panen Lebih Awal saat Kemarau Panjang, Hasil Anjlok 70 Persen

Senin 10 Agu 2026, 19:36 WIB
Kondisi pesawahan petani di Kabupaten Pandeglang saat kemarau panjang. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)
Kondisi pesawahan petani di Kabupaten Pandeglang saat kemarau panjang. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino mulai menekan sektor pertanian di Kabupaten Lebak, Banten. Sejumlah petani terpaksa memanen padi lebih awal untuk menghindari lebih banyak kerugian.

Di Kampung Cibungur, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, petani sudah memanen tanaman meski belum masa panen. Banyak bulir padi tidak terisi sempurna, karena kekurangan pasokan air selama masa pertumbuhan.

Salah seorang petani, Acih mengaku sawah yang digarapnya tidak mendapat pasokan air sekitar tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan tanaman terhambat dan hasil panen berkurang drastis daripada musim tanam sebelumnya.

"Sudah tiga bulan enggak ada air. Hasilnya turun. Biasanya panennya banyak, sekarang sedikit karena padinya tidak berkembang," kata Acih, Senin, 10 Agustus 2027.

Baca Juga: Waspada Super El Nino 2026, Kemarau Diprediksi Lebih Lama

Keluhan serupa disampaikan petani lainnya, Udin yang memperkirakan hasil panennya menyusut hingga sekitar 70 persen. Selain kekeringan, serangan hama juga turut memperparah kondisi tanaman.

"Hasilnya turun sekitar 70 persen. Penyebab utamanya kemarau, air tidak ada. Irigasinya sebenarnya ada, tetapi sumber airnya sudah kering sehingga tidak mengalir ke sawah," ujarnya.

Menurut Udin, kebutuhan air untuk sawah dipenuhi jaringan irigasi yang bersumber dari kawasan Cijoro. Namun, debit air di bagian hulu terus berkurang hingga aliran irigasi terhenti.

"Panen dini ini kami lakukan dampak kemarau panjang, namun hasil panem merosot drastis," ucapnya.

Baca Juga: Pramono Siapkan OMC saat Kemarau, Besaran Anggaran Masih Tanda Tanya

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, kekeringan telah berdampak pada ratusan hektare areal persawahan. Dalam laporan kerusakan tanaman pada musim tanam April-Agustus 2026, luas lahan terdampak mencapai 314 hektare.


Berita Terkait


News Update