Mangkrak Berbulan-bulan, PUPR Depok Ungkap Alasan Lambatnya Perbaikan Trotoar Sawangan

Senin 28 Sep 2026, 14:07 WIB
Kadis PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro. (Sumber: Istimewa)
Kadis PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro. (Sumber: Istimewa)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok akhirnya buka suara terkait lambatnya penanganan trotoar amblas di Taman Kota Secawan, Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas. Meski anggaran sebesar Rp1 miliar dan pemenang tender sudah disiapkan, pengerjaan fisik hingga kini belum bisa menyentuh lokasi.

Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menjelaskan bahwa keterlambatan ini terjadi karena pihaknya masih menunggu hasil kajian teknis dari Inspektorat Kota Depok serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Langkah awal kami sudah melakukan potret awal. Setelah itu, kami menetapkan bersama Inspektorat dan BPKP apakah kejadian ini masuk dalam kategori force majeure atau bukan. Kami masih menunggu kabar hasil kajian tersebut," ujar Yodi saat dikonfirmasi Poskota, Senin, 28 September 2026.

Yodi mengakui, Pemkot Depok sempat menargetkan perbaikan trotoar dimulai pada Agustus 2026. Namun, rencana tersebut terpaksa meleset karena kejelasan status kerusakan masih tertahan di meja audit.

Baca Juga: Pakai Trotoar, Puluhan Lapak PKL di Kembangan Jakbar Dibongkar

Tanpa adanya “fatwa” atau saran legal dari Inspektorat dan BPKP, Dinas PUPR tidak berani melangkah ke tahap penandatanganan kontrak kerja, meski proses lelang telah selesai.

"Untuk anggaran sudah disiapkan menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT) lebih dari Rp1 miliar, dan pemenang tendernya pun sudah ada. Nanti jika hasil kajian sudah keluar, baru kami tentukan langkah perbaikan dan melakukan penandatanganan kontrak sesuai ketentuan," jelasnya.

Atas tertundanya penanganan fasilitas publik tersebut, Yodi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Depok.

Untuk diketahui, amblasnya trotoar Taman Secawan ini sudah terjadi sejak Juni 2026 lalu. Kerusakan tersebut berkedalaman sekitar 3 meter dengan panjang titik amblas mencapai 60 meter di sepanjang tebing Kali Cabang Tengah.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sekitar dan pengguna jalan, mengingat potensi longsor susulan yang cukup besar menjelang masuknya puncak musim penghujan.


Berita Terkait


News Update