Obrolan Warteg: Pujian Oke, Kritikan Sangat Diharapkan

Selasa 11 Agu 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Selasa, 11 Agustus 2026. (Sumber: Pos Kota/ Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Selasa, 11 Agustus 2026. (Sumber: Pos Kota/ Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Kritikan dan pujian adalah keniscayaan. Kritikan muncul karena ada sesuatu yang perlu dilakukan untuk perbaikan. Sementara pujian datang sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah ditorehkan.

“Jika demikian halnya, kalian pilih yang mana, kritikan atau pujian?” tanya bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Saya pilih keduanya. Kritikan oke, pujian oke juga,” jawab Yudi.

“Apa alasannya?” tanya Heri lagi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Cegah Pisah Jalan, Pilkada Hanya Pilih Kepala Daerah

“Kritikan diperlukan untuk memberi motivasi diri agar tiada henti melakukan perbaikan. Sedangkan pujian juga untuk memacu semangat terus menorehkan prestasi,” jawab Yudi.

“Kalau kamu gimana mas Bro?” tanya Heri.

“Saya juga pilih keduanya, baik kritikan maupun pujian,” jawab mas Bro.

“Kalau harus memilih salah satu?” tanya Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Dua Pejabat Negara Mundur, Ada Apa?

“Saya lebih memilih kritikan, ketimbang pujian” tegas mas Bro.

“Kok bisa?” tanya Yudi menimpali.

“Karena kritikan membuat kita selalu terjaga, sedangkan pujian bisa membuat terlena. Dengan seringnya mendapat kritikan sebagai pertanda apa yang telah kita lakukan belum sepenuhnya baik dan benar. Baik menurut saya belum tentu baik bagi orang lain, terlebih untuk banyak orang. Melalui kritikan membuat kita selalu mawas diri,” urai mas Bro.

“Lantas kalau pujian, mengapa bisa membuat terlena?” tanya Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Korupsi Kepala Daerah Marak, Salah Siapa?

“Pujian memang kebanggaan tersendiri, bisa membuat hati kita senang dan bahagia bahwa apa yang telah kita lakukan mendapat penghargaan. Tapi jangan lantas berpuas diri karena pujian, jangan terbuai karena sanjungan hingga lupa diri, dan berhenti menjaga prestasi,”  jelas mas Bro.

“Setuju Bro. Yang mendapat pujian lupa diri kemudian berhenti berprestasi, sementara yang selalu mendapat kritikan terus berbenah diri melakukan perbaikan demi memenuhi harapan banyak orang,” ujar Heri.

“Ujungnya banyak kritikan akan membuahkan pujian dan sanjungan, sementara pujian akan berbalik menjadi kritikan, jika disikapi dengan penuh  kesombongan,” kata Yudi.

“Jadi kita perlu menahan diri memberikan pujian?” tanya Heri.

“Pujian harus diberikan. Pemerintahan,baik pemda maupun pusat yang telah menorehkan banyak prestasi bagi kesejahteraan rakyat harus kita puji sebagai bentuk dukungan,” harap mas Bro.

“Kalau tak ada yang memuji, haruskah memuji diri sendiri?” ujar Yudi.

“Mengkritik diri sendiri dianjurkan, memuji diri sendiri juga alami sepanjang bertujuan positif. Memuji bahwa sejatinya diri kita memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan guna memberi manfaat bagi banyak orang,Itulah yang diamalkan secara sungguh- sungguh,” urai mas Bro.


Berita Terkait


News Update