Obrolan Warteg: Korupsi Kepala Daerah Marak, Salah Siapa?

Jumat 17 Jul 2026, 07:58 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Jumat, 17 Juli 2026. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Jumat, 17 Juli 2026. (Sumber: Poskota)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Acap mencuat pertanyaan, mengapa kasus korupsi yang menerpa kepala daerah begitu marak. Lantas siapa yang salah?

Jawabnya tentu akan beragam dengan argumentasinya masing – masing. Jika ditanya  siapa yang salah? Boleh jadi jawabnya yang salah, jelas yang korupsi. Sudah tercapai cita – citanya terpilih sebagai kepala daerah, bukan mensyukuri, malah korupsi.

Kalau ditanya lagi, kenapa korupsi. Balik lagi jawabnya karena ada niat dan kesempatan. Bukanlah teori klasik kejahatan menyebutkan bahwa  kejahatan  (K) = N (niat) + K (kesempatan).

“Jadi korupsi itu terjadi karena mencuat dalam diri adanya niat, ditambah lagi adanya kesempatan,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

Baca Juga: Polres Pandeglang Ungkap Jaringan Curanmor, 17 Motor Disita

“Kalau ditanya lagi, mengapa timbul niat untuk korupsi, apa jawabnya?,” tanya Yudi.

“Loh, untuk memastikan sebaiknya tanya sama kepala daerah yang korupsi.Tetapi bisa jadi awalnya tidak ada niat, karena diimingi kesempatan, maka timbul niat,” urai mas Bro.

“Tapi bisa juga Bro. Kesempatan tidak didapat, tetapi karena terdapat niat, maka korupsi pun dilakukan dengan segala cara,” kata Yudi.

“Kedua unsur tadi, niat dan kesempatan yang harus dihilangkan melalui tata kelola pemerintahan daerah yang baik, utamanya dalam sistem penggunaan anggaran, pengawasan dan lain sebaiknya. Semua peluang harus ditutup rapat – rapat, jangan kasih celah sedikit pun,” tegas mas Bro.

Baca Juga: Penghasilan Tidak Tentu, Buruh Harian di Serang Nekat Jual Sabu


Berita Terkait


News Update