Modus Kirim Sabu Lewat Paket Ekspedisi di Cempaka Putih, Polisi Ringkus 1 Tersangka

Selasa 11 Agu 2026, 12:45 WIB
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar dugaan peredaran narkotika jenis sabu dengan modus pengiriman melalui paket ekspedisi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Sumber: Polda Metro Jaya)
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar dugaan peredaran narkotika jenis sabu dengan modus pengiriman melalui paket ekspedisi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Sumber: Polda Metro Jaya)

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap paket yang dibawa tersangka, petugas menemukan tiga paket sabu dengan berat bruto masing-masing sekitar lima gram, lima gram, dan sepuluh gram,” kata Agus.

Polisi Kembangkan Penyelidikan ke Kos Tersangka

Penyelidikan kemudian dikembangkan setelah RS menjalani pemeriksaan awal. Kepada penyidik, RS mengaku paket tersebut dibawa dari tempat tinggalnya di wilayah Jakarta Utara.

Petugas selanjutnya bergerak menuju kamar kos yang ditempati RS untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Di lokasi tersebut, polisi kembali menemukan sejumlah paket yang diduga berisi sabu. Paket-paket itu telah dikemas dalam berbagai wadah dan diduga siap untuk diedarkan.

Selain narkotika, polisi turut menyita sejumlah barang yang diduga digunakan untuk menimbang dan mengemas sabu.

Barang bukti tersebut antara lain timbangan digital, plastik klip, lakban bertuliskan “FRAGILE”, sejumlah paperbag, serta kantong kain yang diduga digunakan untuk menyamarkan paket.

“Dari hasil pengembangan di tempat tinggal tersangka, kami kembali menemukan paket-paket yang diduga berisi sabu beserta peralatan yang digunakan untuk proses pengemasan,” jelas Agus.

Dari pengungkapan di dua lokasi tersebut, polisi mengamankan total tujuh paket yang diduga berisi sabu dengan berat bruto sekitar 31,48 gram.

RS beserta seluruh barang bukti kemudian dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Tersangka kini menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut untuk mendalami jaringan serta aktivitas peredaran narkotika tersebut.


Berita Terkait


News Update