Pelajar SMK di Depok Ditemukan Tewas Tergantung pada Pohon

Kamis 24 Sep 2026, 21:24 WIB
Penjaga villa menunjukan lokasi batang pohon nangka yang diduga dijadikan tempat korban mengakhiri hidupnya di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Kamis, 24 September 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)
Penjaga villa menunjukan lokasi batang pohon nangka yang diduga dijadikan tempat korban mengakhiri hidupnya di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Kamis, 24 September 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Warga Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, digemparkan penemuan jasad seorang pelajar SMK yang tewas tergantung di area kebun Villa Wenni, Kamis, 24 September 2026.

Korban berinisial nama yang masih dirahasiakan ini ditemukan tergantung pada batang pohon nangka sekitar pukul 12.30 WIB oleh penjaga villa bernama Sanuri (45).

Saat ditemukan, korban masih mengenakan baju koko abu-abu yang melapisi seragam sekolahnya, celana kargo hitam, serta meninggalkan botol air mawar kosong di lokasi kejadian.

"Sebelumnya sempat saya tegur saat nongkrong sendirian di kebun. Pas jam setengah satu saya mau ambil nangka, dari jarak 20 meter korban sudah tergantung tali rafia," kata Sanuri, Kamis, 24 September 2026.

Baca Juga: Viral Jurnalis Tewas Ditembak Saat Kampanye di Peru, Sempat Ungkap Ancaman

Kirim Pesan Lokasi Terakhir ke Teman

Sanuri mengungkapkan, dari keterangan pihak keluarga yang tiba di lokasi, korban diduga mengalami depresi berat usai menjalani operasi penyakit yang dideritanya dan baru saja diputus sang kekasih.

Sebelum nekat mengakhiri hidupnya, siswa kelas 11 tersebut sempat mengirimkan pesan singkat berisi lokasi keberadaannya kepada rekan-rekannya melalui telepon genggam.

"Diduga depresi berat habis operasi lalu diputusin pacar. Hp korban ditaruh di balik celana dan sempat chat kasih tahu lokasinya ke teman," ujarnya.

Atas permintaan keluarga, jenazah korban tidak dibawa ke rumah sakit untuk otopsi, tetapi langsung dievakuasi ke rumah duka di kawasan Bojonggede.

Baca Juga: Komplotan Curanmor Kakak-Adik Diringkus Polisi di Depok, Kunci Y dan CCTV jadi Bukti

Dikenal Aktif di Organisasi

Adik kelas berinisial AP (15) menyebut korban merupakan sosok siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Di lingkungan sekolah, korban tercatat aktif sebagai anggota organisasi Hadroh dan tim Paskibraka.


Berita Terkait


News Update