POSKOTA.CO.ID - Setiap produsen merilis smartphone versi terbaru, fitur yang ditawarkan lebih canggih. Itu jadi dorongan bagi masyarakat berganti gawai setiap ada rilisan terbaru, tetapi apakah itu sebuah kebutuhan atau sekadar gaya hidup?
Menurut survei yang dilakukan oleh 91mobiles Indonesia bertajuk "Smartphone Buyer Insights Survey 2026" yang diikuti lebih dari 5.000 responden selama Agustus 2026, sebanyak 60,2 persen orang membeli ponsel ketika sudah tidak berfungsi secara optimal.
Sementara itu, 30,7 persen lainnya membeli ponsel baru hanya karena ingin memiliki teknologi yang lebih canggih. Pembelian ponsel baru ini dibarengi oleh faktor promo atau tawaran menarik.
Munculnya HP baru tidak selalu harus ganti
Munculnya smartphone versi terbaru bukan berarti ponsel lama kehilangan fungsinya. Selama fitur-fitur penting dapat digunakan dengan baik oleh pengguna, maka sebenernya perangkat masih bisa dipertahankan.
Baca Juga: 22 Aplikasi HP Berisiko Tinggi Diungkap Komdigi, Ternyata Banyak Dipakai Warga RI
Survei 91mobiles menunjukan sebagian besar masyarakat lebih memilih berganti ponselnya setelah pemakaian lebih dari dua tahun. Dapat disimpulkan bahwa kebiasaan membeli hp setiap muncul model baru bukanlah kebiasaan mayoritas pengguna.
Teknologi jadi alasan upgrade
Teknologi yang kian waktu semakin canggih membuat produsen smartphone beradaptasi dan mengembangkan produk mereka sesuai dengan kemajuan yang ada. Biasanya versi terbaru menawarkan kualitas dan peningkatan fitur seperti kamera, kapasitas baterai, hingga fitur berbasis AI. Sebagian orang, teknologi yang terbarukan adalah hal yang penting untuk aktivitas tertentu mereka.
Gaya hidup dan tren memengaruhi pilihan
HP juga sudah menjadi gaya hidup masyarakat, di samping fungsinya, produk terbaru sangat diminati konsumen sebagai pengalaman mengikuti perkembangan teknologi. Apalagi di generasi muda yang sudah serba teknologi dan internet, HP merupakan sarana utama mereka untuk melihat dunia dan mengikuti perkembangan tren.
Harga makin tinggi, konsumen lebih selektif
Harga semakin tinggi tidak sama dengan kualitas yang didapat akan lebih canggih. Setiap merk dan versi ponsel memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipertimbangkan dengan harga yang masuk akal. Kebanyakan konsumen sudah dapat mempertimbangkan seberapa berfungsi dan seberapa lama ponsel dapat digunakan daripada hanya sekadar pembaruan model.
Kapan waktu yang tepat mengganti hp?
Setiap pengguna memiliki kondisi ponsel yang berbeda. Namun, kita dapat mempertimbangkan beberapa aspek seperti seberapa sering mengalami gangguan, performa menurun, masih tersedia pembaruan atau tidak, dan baterai yang sudah boros atau belum. Beberapa hal ini bisa menjadi patokan dalam mempertimbangkan pembelian ponsel baru.
Sebelum membeli, pengguna juga bisa riset mengenai harga dan kualitas hp yang akan dibeli sesuai kebutuhan. Yang terpenting adalah seberapa berguna perangkat itu untuk kehidupan, bukan hanya sekadar adu gengsi dan memaksakan ekonomi. (M5)
