Sepinya pesanan di perusahaan sejak 2019 yang membuat jumlah produksi barang menurun disebut sebagai salah satu faktor yang membuat PT Namnam Fashion Industries Cimahi akhirnya memutuskan untuk merumahkan ratusan karyawan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menilai PHK yang dilakukan pT Namnam dilatarbelakangi oleh bergesernya industri padat karya, seperti garmen dan tekstil ke daerah yang memiliki tenaga kerja dengan upah lebih murah.
Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, penghentian operasi pabrik garmen hingga PHK terhadap kerja bukan hanya karena kondisi perusahaan yang menurun, namun juga karena perpindahan wilayah investasi.
Baca Juga: Puluhan Ulama di Lebak Deklarasi Tolak Rencana Safari Politik Jokowi ke Banten
"Perusahaan padat karya memang begitu. Kalau sudah mencapai titik tertentu dan ada daerah lain yang biaya tenaga kerjanya lebih murah, biasanya mereka pindah. Itu terjadi di mana-mana," kata Dedi Mulyadi.
Meski demikian, Dedi Mulyadi mengatakan masyarakat, terutama karyawan yang terdapat PHK dapat mempertimbangkan kesempatan kerja di lokasi industri baru.
Pasalnya, kata Dedi, saat ini juga ada banyak lapangan kerja baru di kawasan industri sisi timur Jawa Barat, seperti Kabupaten Indramayu, Majalengka, dan Garut.
