Cimahi Darurat Tramadol, Gubernur Jabar Ingatkan Wali Kota

Selasa 04 Agu 2026, 13:38 WIB
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi memberikan pernyataan kepada wartawan di Kantor BPSDM Jabar, Kota Cimahi, Selasa, 4 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi memberikan pernyataan kepada wartawan di Kantor BPSDM Jabar, Kota Cimahi, Selasa, 4 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

CIMAHI, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi memperingatkan peredaran obat keras di Kota Cimahi.

Teguran keras itu dilontarkan Dedi di hadapan para kepala daerah se-Jabar dalam Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor BPSDM Jabar, Selasa 4 Agustus 2026.

Di forum resmi tersebut, Dedi mengaku prihatin peredaran tramadol di Kota Cimahi masih terjadi. Ia menyinggung dugaan keterlibatan oknum mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), sehingga penindakan tidak berjalan maksimal.

"Gimana ini, banyak tramadol beredar. Ada warga juga yang jadi korban. Banyak LSM, sehingga tidak ada yang berani menindak. Masa Pak Wali yang berlatar belakang TNI tidak berani menindak," kata Dedi, Selasa, 4 Agustus 2026.

Baca Juga: Kelompok Masyarakat Kepung Kantor Wali Kota Cimahi, Protes Hibah Gedung BNNK

Semenatra itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyampaikan, langkah penindakan terhadap peredaran obat keras sedang dipersiapkan.

"Sedang disiapkan untuk mengatasi," ujarnya.


Berita Terkait


News Update