POSKOTA.CO.ID - Sosok pendaki bernama Maliya Finda tengah disorot setelah menjadi salah satu korban dalam insiden pendakian di Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur.
Pendaki perempuan asal Surabaya tersebut ditemukan meninggal dunia di dasar jurang bersama pemandu lokal, Irfan Nasrul Laili, setelah keduanya sempat dilaporkan hilang selama dua hari.
Berdasarkan keterangan keluarga, Maliya Finda telah memberitahukan rencana pendakiannya sebelum berangkat menuju Bondowoso.
Pendakian tersebut dilakukan secara privat bersama seorang pemandu dan direncanakan hanya berlangsung singkat tanpa bermalam di gunung.
Namun, rencana tersebut berubah setelah komunikasi keduanya mendadak terputus.
Kondisi itu membuat pihak keluarga khawatir hingga akhirnya dilakukan pelaporan kepada pihak berwenang untuk melakukan pencarian.
Usai proses evakuasi dan identifikasi selesai dilakukan, jenazah Maliya Finda disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka yang berada di kawasan Darmo, Wonokromo, Surabaya.
Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan menuju Kabupaten Lamongan untuk dimakamkan di kompleks pemakaman umum yang berada di Kecamatan Babat, Jawa Timur.
Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, perhatian publik kini juga tertuju pada sosok Maliya Finda.
Lantas, siapa sebenarnya Maliya Finda dan umur berapa? Berikut profil lengkap dan fakta-fakta mengenai Maliya Finda yang ditemukan meninggal dunia di dasar jurang.
Baca Juga: Polisi Tangkap Perempuan Asal Ciamis Diduga Sebar Hoaks Ajakan Demo Turunkan Presiden Prabowo
Maliya Finda Siapa dan Umur Berapa?
Maliya Finda merupakan pendaki gunung perempuan asal Surabaya yang berusia 51 tahun.
Meski telah memasuki usia paruh baya, Finda dikenal sebagai sosok yang aktif dan memiliki semangat tinggi dalam menjalani berbagai aktivitas olahraga maupun kegiatan di alam terbuka.
Menurut keterangan keluarga serta orang-orang di sekitarnya, Maliya dikenal sebagai pribadi yang ramah, hangat, dan mudah bergaul.
Kecintaannya terhadap dunia pendakian mulai tumbuh sekitar dua hingga tiga tahun terakhir.
Sejak saat itu, ia rutin melakukan pendakian, bahkan hampir setiap bulan menyempatkan diri menjelajahi gunung-gunung di berbagai daerah.
Sebelum mendaki Gunung Piramid, Maliya Finda diketahui telah berhasil mencapai sejumlah gunung yang cukup populer di Indonesia.
Baca Juga: BKI Susun Strategi 2026-2030, Siap Masuk Pasar Global dan Kembangkan Teknologi Geospasial
Beberapa di antaranya adalah Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Gunung Kerinci di Jambi dan Sumatera Barat, serta Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Selain memiliki hobi mendaki gunung, Maliya Finda juga dikenal gemar berolahraga. Salah satu aktivitas yang rutin diikutinya adalah lomba lari marathon.
Kebiasaan berolahraga tersebut menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang dijalaninya selama beberapa tahun terakhir.
Di balik kegemarannya menjelajahi alam, Maliya Finda juga merupakan seorang nenek.
Ia diketahui baru saja menyambut kelahiran cucu yang masih berusia bayi sebelum melakukan pendakian terakhirnya ke Gunung Piramid.
