POSKOTA.CO.ID - Keputusan penyanyi pop dunia Ariana Grande untuk vakum usai menyelesaikan rangkaian Eternal Sunshine Tour 2026 menjadi perhatian luas penggemar di berbagai negara.
Keputusan tersebut diambil setelah dirinya merasa terus menjadi sasaran kritik terkait kondisi fisiknya yang berkepanjangan.
Sebagai bagian dari keputusan itu, Ariana juga membatalkan keterlibatannya dalam pertunjukan musikal Sunday in the Park With George yang dijadwalkan dipentaskan di London pada musim panas 2027.
Melalui perwakilannya, Ariana menyampaikan dirinya ingin menyelesaikan tur dunia dengan baik sebelum menikmati masa istirahat yang telah lama dibutuhkan.
"Ariana akan mengambil langkah mundur dari sorotan publik setelah menyelesaikan Eternal Sunshine Tour. Ia ingin mengakhiri tur ini dengan bahagia dan dalam kondisi sehat, lalu menikmati waktu istirahat yang memang pantas ia dapatkan dari berbagai aktivitas dan penampilan publik yang telah memicu sorotan berkepanjangan," kata perwakilan Grande, dikutip The Guardian, Rabu, 5 Agustus 2026.
Keputusan untuk beristirahat membuat Ariana Grande membatalkan keterlibatannya dalam produksi musikal Sunday in the Park With George.
Musikal tersebut merupakan salah satu karya klasik Broadway yang pertama kali dipentaskan pada tahun 1984.
Ceritanya terinspirasi dari lukisan A Sunday Afternoon on the Island of La Grande Jatte karya Georges Seurat dan mengisahkan perjalanan sang pelukis dalam menyelesaikan karya terkenalnya.
Pembatalan tersebut menjadi salah satu langkah Ariana untuk mengurangi beban pekerjaan setelah menjalani tur dunia dalam waktu yang cukup panjang.
Sementara itu, rangkaian Eternal Sunshine Tour sendiri dijadwalkan berakhir di London pada 1 September 2026 setelah menjalani residensi selama 10 malam di O2 Arena.
Lantas, sebenarnya kondisi kesehatan apa yang pernah dialami Ariana Grande dan apa alasan di balik keputusannya mengambil jeda usai Eternal Sunshine Tour?
Berikut fakta-fakta yang telah diungkap penyanyi peraih Grammy Awards tersebut.
Ariana Grande Sakit Apa?
Pertanyaan mengenai kondisi kesehatan Ariana Grande sebenarnya telah beberapa kali dijawab langsung oleh sang penyanyi dalam berbagai wawancara.
Ariana mengungkapkan dirinya pernah mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD), depresi, gangguan kecemasan, hingga serangan panik.
Dalam podcast The Hollywood Reporter Awards Chatter pada Februari 2025, Ariana menceritakan perjuangannya menghadapi berbagai tekanan emosional saat mengerjakan album Sweetener dan Thank U, Next.
Gangguan PTSD yang dialami Ariana Grande berawal dari tragedi bom yang terjadi usai konsernya di Manchester, Inggris, pada Mei 2017.
Peristiwa tersebut menewaskan 22 orang dan menyebabkan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Tragedi itu menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam perjalanan karier Ariana Grande.
Akibat insiden tersebut, Ariana mengaku mengalami trauma berkepanjangan yang memengaruhi kesehatan mentalnya.
“Saya menjalani banyak terapi, dan saya berurusan dengan PTSD,” ujarnya.
Baca Juga: Link Pandang IstanaPresiden.go.id, Kapan Registrasi Dibuka?
Pengakuan tersebut menjadi salah satu penjelasan paling terbuka dari Ariana mengenai kondisi kesehatan mental yang dihadapinya setelah tragedi Manchester.
Selain PTSD, Ariana Grande juga mengaku harus menghadapi depresi, kecemasan, serta berbagai bentuk kesedihan dalam kehidupannya.
Menurut Ariana, masa produksi album Sweetener dan Thank U, Next merupakan periode yang sangat berat secara emosional.
Album Sweetener dirilis pada Agustus 2018 sebagai proyek musik pertamanya setelah tragedi Manchester.
Namun, tidak lama setelah album tersebut dirilis, Ariana kembali menghadapi cobaan berat ketika mantan kekasihnya, Mac Miller, meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang tidak disengaja.
Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi yang menyebut Ariana Grande mengidap penyakit fisik tertentu sebagai alasan dirinya mengurangi aktivitas publik.
