"Di Surabaya juga mall pada di pagerin tinggi tinggi.. ada apa ya?? Takut kaya 98?" ujar pemili akun @dix***.
Lantas, apa sebenarnya alasan dibalik pemasangan pagar besi tinggi di sejumlah mal di Indonesia? Apakah benar sebagai antisipasi akan adanya kerusuhan di masa mendatang?
Baca Juga: Rekening Siluman Sedot Duit BGN, Sudaryono Seperti Buldozer Prabowo
Kenapa Kokas Dipasangi Pagar Tinggi?
Sebagai informasi, mal Kota Kasablanka atau Kokas yang terletak di Jakarta Selatan berada di bawah naungan Pakuwon Group. Selain Kokas, mal-mal besar lain yang juga berada di bawah manajemen Pakuwon dan saat ini jadi sorotan karena dipagari, yaitu Pakuwon Bekasi hingga Tunjungan Plaza.
Menanggapi isu yang ramai dibahas publik belakangan ini terkait pemasangan pagar besi di sejumlah mal miliknya, Pakuwon Group pun akhirnya buka suara.
Pihak manajemen menjelaskan alasan pemasangan pagar bukan seperti isu liat yang beredar di masyarakat ataupun untuk mengantisipasi kondisi tertentu. Namun untuk meningkatkan keamanan pengunjung.
"Sebenarnya gini, awalnya kita berpikir itu (mal dipagari) karena apa? Itu kan Pakuwon Mall itu terbukanya kan lebar sekali. Satu setengah kilometer itu buka," kata Direktur Marketing Pakuwon Group sekaligus Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi dalam unggahan di akun Instagramnya.
"Nah, sekarang kalau semua orang nyebrang, masuk sembarangan, ini kan bahaya buat mereka sendiri, penyebrang. Awalnya (ide mal dipagari) di sana," jelasnya.
Sejalan dengan Sutandi, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengungkapkan pemasangan pagar di mal dilakukan untuk menertibkan arus keluar masuk pengunjung.
"Sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan gitu loh, arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dari mana saja, bisa keluar dari mana saja begitu. Sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar," ujar Alphonzus.
Menteri Perdagangan Bantah Ada Masalah Tertentu
Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendatang) RI, Budi Santoso membantah ada masalah tertentu yang menjadi alasan sejumlah mal dipasangi pagar tinggi.
