Sebanyak 64 persen responden menyatakan kesulitan menemukan kandidat yang sesuai karena perkembangan AI mengubah kebutuhan keterampilan lebih cepat dibanding kemampuan pasar tenaga kerja dalam menyesuaikan diri.
Temuan ini memperkuat laporan Cognizant sebelumnya bertajuk New Work, New World 2026, yang menyebut sekitar 93 persen pekerjaan telah terdampak oleh perkembangan AI.
Sebagai bagian dari strategi menghadapi transformasi tersebut, Cognizant tetap meningkatkan perekrutan talenta muda dengan merekrut sekitar 20.000 lulusan baru sepanjang 2025 dan menargetkan jumlah yang lebih besar pada 2026 untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di era kecerdasan buatan.
