POSKOTA.CO.ID - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus memicu kekhawatiran mengenai masa depan pekerjaan, khususnya bagi tenaga kerja pemula.
Namun, hasil riset terbaru menunjukkan AI diperkirakan tidak hanya menggantikan pekerjaan, tetapi juga membuka peluang profesi baru dalam beberapa tahun mendatang.
Studi bertajuk The AI Workforce Pulse yang dirilis Cognizant bersama Pearson menemukan mayoritas perusahaan percaya AI akan mengubah karakter pekerjaan dibanding menghilangkan lapangan kerja.
Peran pekerja entry-level diproyeksikan beralih dari tugas administratif dan berulang menuju fungsi yang lebih strategis, seperti mengawasi serta berkolaborasi dengan sistem AI.
Baca Juga: 3 HP Infinix Baterai Jumbo Terbaik 2026, Awet Seharian Mulai Rp1 Jutaan
Mayoritas Perusahaan Optimistis AI Menciptakan Pekerjaan Baru
Survei yang melibatkan 750 pimpinan sumber daya manusia (HR) di Amerika Serikat, Inggris, dan India menunjukkan sebanyak 94 persen responden memperkirakan AI akan melahirkan jenis pekerjaan entry-level baru dalam lima tahun ke depan.
Selain itu, 96 persen responden menilai posisi pekerja level pemula akan mengalami perubahan signifikan.
Tugas-tugas rutin yang selama ini mendominasi diprediksi semakin banyak diotomatisasi, sementara pekerja akan lebih berfokus pada pengawasan, pengelolaan, hingga kolaborasi dengan teknologi AI.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa transformasi AI lebih banyak mengubah cara bekerja dibanding menghilangkan kebutuhan terhadap tenaga kerja.
Baca Juga: Cara Mengajukan Refund Apple Service, Ketahui Langkah, Syarat, dan Waktu Prosesnya
Kebutuhan Keterampilan Berubah Seiring Adopsi AI
Chief People Officer Cognizant, Kathy Diaz, mengatakan perkembangan AI mendorong perubahan besar terhadap kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, terutama pada posisi entry-level.
