Obrolan Warteg: Sebulan, Empat Bupati Terkena OTT KPK

Jumat 31 Jul 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Jumat, 31 Juli 2026. (Sumber: Poskota)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Jumat, 31 Juli 2026. (Sumber: Poskota)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Dalam sebulan terakhir ini empat bupati ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) karena dugaan korupsi. Keempat kepala daerah dimaksud, Bupati Langkat, Syah Afandin terkena OTT KPK pada 2 Juli 2026.

Sepekan kemudian, 10 Juli 2026, Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah, Etik Suryani yang terkena operasi senyap.  Sepuluh hari kemudian, 20 Juli 2026, KPK menangkap  Bupati Lombok Barat, Ahmad Zaini.

Paling gres, Rabu, 29 Juli 2026, KPK gelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, terduga korupsi terkait permainan proyek hingga dagang jabatan.

Ada hal yang menuai kontroversi dalam OTT terakhir ini karena ikut ditangkap pula pegawai KPK, Setya Budi Dias, yang merupakan staf administrasi KPK.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Menyeriusi Hantavirus

“Ikut prihatin pegawai KPK ditangkap KPK,bagaimana ceritanya?,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

Seperti dijelaskan KPK, pegawai tersebut memberikan informasi dari KPK kepada ayahnya, Lilik Budi.

Kemudian Lilik menggunakan informasi ini untuk memeras Anom, Bupati Pemalang  yang berlanjut Anom memeras bawahannya , berhasil mengumpulkan Rp1,9 miliar, yang Rp1,2 miliar di antaranya diserahkan kepada Lilik yang kemudian menjadi tersangka dalam kasus ini.

“Wah menarik ini, diperas orang, lantas memeras. Boleh jadi yang diperas, memeras lagi Jadilah saling peras,” urai Yudi.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Siapa Inisiator Tak Soal, Terpenting RUU Pemilu Segera Dibahas


Berita Terkait


News Update