Anak dan Istri Alexander Tedja Siapa? Intip Keluarga Pendiri Pakuwon Group yang Jadi Sorotan usai Mal Dipagari

Jumat 31 Jul 2026, 14:18 WIB
Sosok Alexander Tedja tengah disorot usai sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group dipasangi pagar tinggi. (Sumber: Dok. Pakuwon Jati)
Sosok Alexander Tedja tengah disorot usai sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group dipasangi pagar tinggi. (Sumber: Dok. Pakuwon Jati)

POSKOTA.CO.ID - Sosok Alexander Tedja tengah disorot usai sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group dipasangi pagar tinggi, termasuk Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan.

Diketahui, saat ini, Alexander Tedja masih aktif menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Sebelumnya, ia juga pernah memimpin perusahaan sebagai Presiden Direktur pada periode 1989 hingga 1998.

Berdasarkan struktur kepemilikan saham perusahaan, Alexander Tedja memiliki sekitar 0,02 persen saham PWON secara langsung.

Sementara melalui PT Pakuwon Arthaniaga, ia mengendalikan sekitar 68,68 persen saham perusahaan, menjadikannya pemegang kendali utama grup properti tersebut.

Perhatian publik terhadap Pakuwon Group sendiri bermula setelah Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan terlihat memasang pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter di area pintu masuk utama kendaraan dari Jalan Raya Casablanca.

Pagar berwarna abu-abu tersebut hanya dipasang pada beberapa titik tertentu.

Sementara. area depan mal lainnya masih menggunakan pagar kaca dengan desain yang lebih terbuka dan mengedepankan unsur estetika.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group di Surabaya juga telah dipasangi pagar dengan konsep serupa.

Beberapa mal yang diketahui telah memasang pagar antara lain Pakuwon Mall Surabaya, Royal Plaza, Tunjungan Plaza, hingga Pakuwon City Mall.

Kondisi tersebut membuat pemasangan pagar di Kota Kasablanka telah diprediksi oleh sebagian masyarakat yang mengikuti perkembangan properti milik grup tersebut.

Lantas, siapa sebenarnya istri Alexander Tedja dan siapa saja anak-anaknya?

Simak ulasan lengkap mengenai profil, keluarga, serta perjalanan bisnis Alexander Tedja berikut ini.

Baca Juga: Kelompok Masyarakat Kepung Kantor Wali Kota Cimahi, Protes Hibah Gedung BNNK

Mal milik Pakuwon Group dipasangi pagar tinggi. (Sumber: X/@txtkarir)

Anak dan Istri Alexander Tedja Siapa?

Alexander Tedja lahir pada 22 September 1945. Ia diketahui menganut agama Buddha dan menikah dengan Melinda Tedja.

Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai empat orang anak yang kini juga dikenal berada di lingkungan bisnis keluarga.

Diantaranya yakni, Stefanus Ridwan Tedja, Irene Tedja, Eiffel Tedja, dan Leon Tedja

Kesuksesan Pakuwon Group sendiri turut mengantarkan Alexander Tedja masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Berdasarkan daftar Forbes tahun 2022, Alexander Tedja menempati peringkat ke-47 orang terkaya di Indonesia dengan estimasi kekayaan mencapai sekitar US$1,2 miliar atau sekitar Rp17 triliun (mengacu pada kurs saat itu).

Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham dan dividen PT Pakuwon Jati Tbk.

Baca Juga: Update Harga iPhone Terbaru 31 Juli 2026, Turun Atau Naik?

Pada tahun 2023, Pakuwon Jati membagikan dividen sebesar 20 persen dari laba bersih perusahaan yang mencapai Rp1,53 triliun.

Dengan struktur kepemilikan saham yang dimilikinya melalui PT Pakuwon Arthaniaga, Alexander Tedja diperkirakan berpotensi menerima dividen sekitar Rp215,07 miliar.

Sebelum dikenal sebagai raja properti, Alexander Tedja lebih dahulu membangun karier di industri hiburan, khususnya bisnis perfilman dan jaringan bioskop.

Pada tahun 1972, ia mendirikan PT ISAE Film. Lima tahun kemudian, ia kembali membangun PT Menara Mitra Cinema Corp pada 1977.

Perjalanan bisnisnya di sektor hiburan berlanjut dengan berdirinya PT Pan Asiatic Film pada 1991.

Bisnis bioskop yang dijalankannya berkembang cukup baik pada masanya. Namun, Alexander Tedja melihat peluang yang jauh lebih besar di sektor properti yang saat itu mulai berkembang pesat di Indonesia.

Keputusan tersebut menjadi titik balik yang mengubah arah bisnisnya sekaligus menjadi fondasi lahirnya salah satu perusahaan properti terbesar di Tanah Air.

Pada tahun 1982, Alexander Tedja mendirikan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Proyek besar pertamanya adalah pembangunan Plaza Tunjungan I di Surabaya yang berdiri di atas lahan di kawasan Jalan Basuki Rahmat.

Pusat perbelanjaan tersebut resmi beroperasi pada tahun 1986 dan menjadi salah satu mal modern terbesar di Surabaya pada masa itu.

Keberhasilan Plaza Tunjungan I menjadi awal dari ekspansi besar-besaran perusahaan.

Pakuwon kemudian mengembangkan Plaza Tunjungan II dan III, Hotel Sheraton Surabaya, Menara Mandiri, Kondominium Regensi, hingga Plaza Tunjungan IV yang mulai beroperasi pada tahun 2002.

Seluruh proyek itu akhirnya berkembang menjadi kawasan superblok Tunjungan City yang kini menjadi salah satu ikon properti di Kota Surabaya.

Kesuksesan di Surabaya membuat Alexander Tedja semakin percaya diri melakukan ekspansi bisnis.

Pada tahun 1994, Pakuwon mengembangkan kawasan hunian berskala besar melalui proyek Pakuwon City yang hingga kini terus berkembang menjadi salah satu kawasan premium di Surabaya.

Ekspansi perusahaan berlanjut ke Jakarta pada tahun 2007 melalui akuisisi 83,3 persen saham PT Artisan Wahyu, pengembang superblok Gandaria City.

Lebih lanjut, Pakuwon memperluas portofolionya dengan mengembangkan Kota Kasablanka di kawasan Segitiga Emas Jakarta serta proyek multifungsi di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Lalu, perusahaan juga memiliki berbagai aset strategis lain seperti Blok M Plaza, Somerset Berlian, apartemen, hotel berbintang, gedung perkantoran, serta berbagai pusat komersial lainnya.


Berita Terkait


News Update