Anak dan Istri Alexander Tedja Siapa? Intip Keluarga Pendiri Pakuwon Group yang Jadi Sorotan usai Mal Dipagari

Jumat 31 Jul 2026, 14:18 WIB
Sosok Alexander Tedja tengah disorot usai sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group dipasangi pagar tinggi. (Sumber: Dok. Pakuwon Jati)
Sosok Alexander Tedja tengah disorot usai sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group dipasangi pagar tinggi. (Sumber: Dok. Pakuwon Jati)

Sebelum dikenal sebagai raja properti, Alexander Tedja lebih dahulu membangun karier di industri hiburan, khususnya bisnis perfilman dan jaringan bioskop.

Pada tahun 1972, ia mendirikan PT ISAE Film. Lima tahun kemudian, ia kembali membangun PT Menara Mitra Cinema Corp pada 1977.

Perjalanan bisnisnya di sektor hiburan berlanjut dengan berdirinya PT Pan Asiatic Film pada 1991.

Bisnis bioskop yang dijalankannya berkembang cukup baik pada masanya. Namun, Alexander Tedja melihat peluang yang jauh lebih besar di sektor properti yang saat itu mulai berkembang pesat di Indonesia.

Keputusan tersebut menjadi titik balik yang mengubah arah bisnisnya sekaligus menjadi fondasi lahirnya salah satu perusahaan properti terbesar di Tanah Air.

Pada tahun 1982, Alexander Tedja mendirikan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Proyek besar pertamanya adalah pembangunan Plaza Tunjungan I di Surabaya yang berdiri di atas lahan di kawasan Jalan Basuki Rahmat.

Pusat perbelanjaan tersebut resmi beroperasi pada tahun 1986 dan menjadi salah satu mal modern terbesar di Surabaya pada masa itu.

Keberhasilan Plaza Tunjungan I menjadi awal dari ekspansi besar-besaran perusahaan.

Pakuwon kemudian mengembangkan Plaza Tunjungan II dan III, Hotel Sheraton Surabaya, Menara Mandiri, Kondominium Regensi, hingga Plaza Tunjungan IV yang mulai beroperasi pada tahun 2002.

Seluruh proyek itu akhirnya berkembang menjadi kawasan superblok Tunjungan City yang kini menjadi salah satu ikon properti di Kota Surabaya.

Kesuksesan di Surabaya membuat Alexander Tedja semakin percaya diri melakukan ekspansi bisnis.


Berita Terkait


News Update