Salah satu perbedaan paling krusial terletak pada kalender pertandingan.
Piala AFF selama ini digelar di luar FIFA International Window sehingga klub tidak memiliki kewajiban melepas pemain yang dipanggil tim nasional. Situasi tersebut sering membuat Indonesia tampil tanpa sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri.
Sebaliknya, FIFA ASEAN Cup dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026, bertepatan dengan FIFA International Window.
Artinya, klub wajib melepas pemain yang mendapat panggilan tim nasional sesuai regulasi FIFA. Kondisi ini membuka peluang bagi Timnas Indonesia untuk tampil dengan komposisi terbaik apabila seluruh pemain berada dalam kondisi bugar.
4. Status dan sejarah kompetisi berbeda
Piala AFF memiliki sejarah hampir tiga dekade sebagai kompetisi regional paling prestisius di Asia Tenggara.
Sebaliknya, FIFA ASEAN Cup baru akan menjalani edisi perdananya pada 2026. Meski masih berstatus turnamen baru, kehadiran FIFA sebagai penggagas membuat kompetisi ini diprediksi memiliki daya tarik tersendiri.
Indonesia juga disebut-sebut menjadi kandidat tuan rumah, meski hingga kini FIFA belum mengumumkan lokasi penyelenggaraan secara resmi.
Baca Juga: bank bjb Perluas Potensi Bisnis Melalui Kemitraan Strategis bersama Yayasan Adi Upaya
Apa Dampaknya bagi Timnas Indonesia?
Bagi Timnas Indonesia, hadirnya FIFA ASEAN Cup menghadirkan peluang baru untuk bersaing dengan skuad terbaik. Jadwal yang masuk kalender resmi FIFA memungkinkan pemain-pemain yang berkarier di Eropa maupun Asia memperoleh izin bergabung dengan tim nasional.
Di sisi lain, Piala AFF tetap memiliki nilai prestise tersendiri karena menjadi turnamen yang telah lama menjadi tolok ukur kekuatan sepak bola Asia Tenggara.
Pada akhirnya, kedua kompetisi tersebut tidak saling menggantikan, melainkan menawarkan pengalaman yang berbeda. Piala AFF mempertahankan tradisi sebagai kejuaraan regional, sedangkan FIFA ASEAN Cup membawa konsep baru dengan cakupan peserta yang lebih luas dan dukungan langsung dari FIFA.
