AS Larang Impor Robot Humanoid China, Ini Alasan di Balik Kebijakan Donald Trump

Rabu 29 Jul 2026, 20:54 WIB
Pemerintah AS Perketat Rantai Pasok AI Lewat Larangan Robot dan Inverter dari China. (Sumber: Hyundai)
Pemerintah AS Perketat Rantai Pasok AI Lewat Larangan Robot dan Inverter dari China. (Sumber: Hyundai)

POSKOTA.CO.ID - Persaingan Amerika Serikat dan China di sektor kecerdasan buatan (AI) kembali memasuki babak baru. Kali ini, pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengambil langkah tegas dengan melarang impor robot humanoid, robot anjing, serta perangkat power inverter buatan China.

Kebijakan yang diumumkan Komisi Komunikasi Federal (FCC) pada Selasa (28/7) tersebut bukan sekadar membatasi masuknya produk teknologi. Pemerintah AS menilai perangkat-perangkat itu berpotensi menjadi celah keamanan yang dapat mengancam infrastruktur vital sekaligus memperbesar risiko serangan siber.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi Washington untuk memperkuat rantai pasok industri AI sekaligus mendorong manufaktur teknologi strategis kembali beroperasi di dalam negeri.

Baca Juga: GIIAS 2026: Mazda Resmi Luncurkan Tiga Mobil Baru Setelah Resmikan Pabrik di Indonesia

AS Khawatir Robot AI China Jadi Ancaman Keamanan Nasional

Dalam pernyataan resminya, FCC menegaskan bahwa robot berbasis AI dan perangkat inverter memiliki peran penting di berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur hingga pusat data yang menopang perkembangan AI.

"Perangkat-perangkat ini berpotensi menciptakan celah kerentanan pada rantai pasok yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi serta keamanan nasional AS, sekaligus menimbulkan risiko siber bagi infrastruktur vital Amerika," tulis FCC.

Ketua FCC Brendan Carr juga memastikan lembaganya akan terus mengambil langkah untuk menjaga keamanan rantai pasok nasional dari potensi ancaman asing.

Kekhawatiran tersebut muncul karena robot modern mampu mengumpulkan berbagai jenis data melalui kamera, sensor, hingga koneksi internet. Pemerintah AS menilai kemampuan tersebut berpotensi disalahgunakan apabila perangkat berasal dari pihak yang dianggap memiliki hubungan erat dengan pemerintah asing.

Unitree Diprediksi Jadi Perusahaan yang Paling Terdampak

Salah satu perusahaan yang diperkirakan menerima dampak terbesar adalah Unitree, produsen robot humanoid asal China yang menguasai hampir 20 persen pasar global.

Perusahaan tersebut sebelumnya telah masuk dalam daftar perusahaan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan militer China oleh Departemen Pertahanan AS. Status itu membuat Unitree berpotensi menghadapi pembatasan yang lebih luas di masa mendatang.

Di sisi lain, Unitree sempat menjalin kerja sama dengan Nvidia untuk memanfaatkan chip AI Blackwell sebagai sistem komputasi robot mereka. Nvidia sendiri menyatakan bahwa data robot yang digunakan pelanggan di Amerika tetap diproses dan disimpan di wilayah AS.

Meski demikian, pemerintah AS tetap menilai potensi risikonya belum sepenuhnya hilang.

Dampak Larangan Robot Humanoid China bagi Industri AI

Kebijakan terbaru ini diperkirakan membawa sejumlah konsekuensi bagi industri teknologi global, antara lain:

Mempercepat relokasi manufaktur teknologi strategis ke Amerika Serikat.

Mendorong perusahaan AI mencari pemasok perangkat dari negara selain China.

Mengurangi ketergantungan AS terhadap komponen teknologi asal China.

Memperketat pengawasan terhadap perangkat yang terhubung dengan infrastruktur penting.

Memperbesar tensi persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China.

Selain robot humanoid, perangkat power inverter juga menjadi perhatian karena merupakan komponen penting yang menghubungkan baterai, energi terbarukan, hingga pusat data AI ke jaringan listrik.

Pemerintah AS tidak ingin kembali bergantung pada satu negara seperti yang pernah terjadi pada pasokan logam tanah jarang yang selama ini didominasi China.

Baca Juga: Kematian Satpam Bendungan Jatiluhur Masih Misterius, Polisi Periksa 11 Saksi

Larangan Menjadi Sinyal Persaingan AI Kian Memanas

Keputusan pemerintah Amerika Serikat menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak lagi hanya berlangsung pada pengembangan model kecerdasan buatan, tetapi juga merambah perangkat keras dan rantai pasok industri.

Dengan membatasi masuknya robot humanoid dan inverter dari China, Washington berupaya memperkuat keamanan nasional sekaligus menjaga kemandirian teknologi domestik. Kebijakan ini diperkirakan akan menjadi salah satu langkah penting yang memengaruhi arah industri AI global dalam beberapa tahun ke depan.


Berita Terkait


News Update