POSKOTA.CO.ID - Penggunaan kecerdasan buatan atau AI di Asia Tenggara terus berkembang. Bukan lagi sekadar dipakai untuk mencari informasi atau membantu pekerjaan, teknologi ini mulai masuk ke berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan kreatif.
Hal tersebut terungkap dalam laporan Gemini Report: Southeast Asia 2026 yang dirilis Google. Laporan tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat di kawasan Asia Tenggara memanfaatkan Gemini AI dengan kebiasaan yang berbeda-beda di setiap negara.
Secara global, Gemini AI disebut telah memiliki sekitar 900 juta pengguna yang tersebar di 230 negara. Di Asia Tenggara, Google mengklaim platform AI miliknya menjadi salah satu layanan dengan pertumbuhan adopsi paling cepat dibandingkan platform lainnya.
Menariknya, Indonesia memiliki pola penggunaan yang cukup unik. Dari berbagai aktivitas yang dilakukan pengguna, masyarakat Indonesia tercatat paling sering memanfaatkan Gemini untuk membuat atau menghasilkan gambar melalui fitur Nano Banana.
Baca Juga: Rinoa Aurora Anak Siapa? Profil, Umur, Karier, dan Instagram
Pengguna Indonesia Hasilkan 9 Juta Gambar Setiap Hari
Menurut temuan Google, pengguna di Indonesia melakukan sekitar 9 juta permintaan generate foto melalui Nano Banana setiap harinya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Vice President Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha, mengatakan tingginya angka tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat Indonesia terhadap penggunaan AI untuk kebutuhan kreatif.
“Setiap hari, Gemini AI menghasilkan 9 juta gambar untuk mewujudkan ide-ide pengguna di Indonesia. Angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara,” kata Sapna Chadha.
Jika melihat kebiasaan tersebut, sebenarnya ada alasan yang cukup masuk akal. Pengguna di Indonesia dikenal cukup aktif menggunakan smartphone untuk berbagai kebutuhan digital. AI kemudian menjadi alat yang mudah dijangkau ketika seseorang ingin mengubah ide sederhana menjadi sebuah visual.
Google juga menemukan bahwa 82 persen pengguna Indonesia mengakses Gemini melalui smartphone untuk membuat gambar berdasarkan ide spontan yang muncul dalam pikiran mereka.
Kebiasaan ini memperlihatkan bahwa penggunaan Gemini AI di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan produktivitas. Platform tersebut mulai diposisikan sebagai semacam asisten kreatif yang membantu pengguna menerjemahkan gagasan menjadi gambar.
Setiap Negara Punya Kebiasaan Menggunakan Gemini
Temuan Google juga memperlihatkan bahwa pola penggunaan AI di Asia Tenggara tidak seragam. Setiap negara memiliki kebutuhan dan kebiasaan yang berbeda.
Indonesia: Fokus pada Kreativitas
Pengguna Indonesia paling menonjol dalam aktivitas pembuatan gambar. Gemini dimanfaatkan untuk mengembangkan ide visual yang muncul secara spontan melalui perangkat smartphone.
Vietnam: Banyak Digunakan untuk Akademik
Di Vietnam, Gemini lebih sering dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pendidikan. Pengguna menggunakannya untuk bertanya mengenai matematika, coding, hingga persiapan menghadapi ujian.
Singapura: Adopsi Paling Tinggi
Singapura tercatat sebagai negara dengan tingkat adopsi Gemini AI paling tinggi di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan tingginya penerimaan teknologi AI dalam aktivitas masyarakatnya.
Filipina: Menjadi Asisten Lifestyle
Berbeda dengan negara lainnya, pengguna di Filipina banyak memanfaatkan Gemini untuk kebutuhan gaya hidup. Mulai dari mencari inspirasi dekorasi hingga menemukan resep makanan.
Baca Juga: Residivis Gelapkan Mobil Pikap di Serang, Tidak Bayar Uang Sewa Bulan Kedua
AI Mulai Menjadi Bagian dari Aktivitas Harian
Dari laporan tersebut, terlihat bahwa perkembangan AI di Asia Tenggara tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak orang yang menggunakannya. Yang tak kalah menarik adalah bagaimana teknologi tersebut dipakai untuk kebutuhan yang berbeda-beda.
Di Indonesia, misalnya, Gemini AI tampaknya semakin dekat dengan aktivitas kreatif sehari-hari. Sementara di negara lain, teknologi yang sama justru lebih banyak digunakan untuk pendidikan atau kebutuhan lifestyle.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa adopsi AI kemungkinan akan terus berkembang mengikuti kebiasaan masyarakat di masing-masing negara. Bagi pengguna Indonesia, tingginya angka pembuatan gambar melalui Gemini menjadi salah satu gambaran bahwa AI generatif mulai bergeser dari sekadar teknologi baru menjadi alat untuk menyalurkan kreativitas.
