Temuan Google juga memperlihatkan bahwa pola penggunaan AI di Asia Tenggara tidak seragam. Setiap negara memiliki kebutuhan dan kebiasaan yang berbeda.
Indonesia: Fokus pada Kreativitas
Pengguna Indonesia paling menonjol dalam aktivitas pembuatan gambar. Gemini dimanfaatkan untuk mengembangkan ide visual yang muncul secara spontan melalui perangkat smartphone.
Vietnam: Banyak Digunakan untuk Akademik
Di Vietnam, Gemini lebih sering dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pendidikan. Pengguna menggunakannya untuk bertanya mengenai matematika, coding, hingga persiapan menghadapi ujian.
Singapura: Adopsi Paling Tinggi
Singapura tercatat sebagai negara dengan tingkat adopsi Gemini AI paling tinggi di Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan tingginya penerimaan teknologi AI dalam aktivitas masyarakatnya.
Filipina: Menjadi Asisten Lifestyle
Berbeda dengan negara lainnya, pengguna di Filipina banyak memanfaatkan Gemini untuk kebutuhan gaya hidup. Mulai dari mencari inspirasi dekorasi hingga menemukan resep makanan.
Baca Juga: Residivis Gelapkan Mobil Pikap di Serang, Tidak Bayar Uang Sewa Bulan Kedua
AI Mulai Menjadi Bagian dari Aktivitas Harian
Dari laporan tersebut, terlihat bahwa perkembangan AI di Asia Tenggara tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak orang yang menggunakannya. Yang tak kalah menarik adalah bagaimana teknologi tersebut dipakai untuk kebutuhan yang berbeda-beda.
Di Indonesia, misalnya, Gemini AI tampaknya semakin dekat dengan aktivitas kreatif sehari-hari. Sementara di negara lain, teknologi yang sama justru lebih banyak digunakan untuk pendidikan atau kebutuhan lifestyle.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa adopsi AI kemungkinan akan terus berkembang mengikuti kebiasaan masyarakat di masing-masing negara. Bagi pengguna Indonesia, tingginya angka pembuatan gambar melalui Gemini menjadi salah satu gambaran bahwa AI generatif mulai bergeser dari sekadar teknologi baru menjadi alat untuk menyalurkan kreativitas.
