“Mana kutahu, aku bukan direksi BUMN kok.Yang jelas direksi BUMN adalah jabatan bergengsi dengan gaji tinggi,” jawab Heri.
“Kalau perusahaan untung gede, nggak masalah,. Yang repot, sudah nggak untung gaji tetap gede. Lantas anggaran dari mana untuk menggaji mereka? Kata Pak Presiden, itu uang rakyat,” urai mas Bro.
“Yang ironis lagi, sudah gajinya tinggi masih ada yang korupsi. Ibaratnya sudah digaji rakyat, masih korupsi uang rakyat,” celatuk Yudi.
“Rakyat mendukung BUMN yang terus menerus merugi tak perlu dipertahankan lagi,” kata Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Kehendak Rakyat, Bukan Pribadi
“Jangan beban negara kian berat,. di tengah kondisi ekonomi kian menghadapi tantangan akibat ancaman resesi global, belum lagi krisis energi dunia,,” kata mas Bro.
“Kita tak berharap timbul kesan BUMN menjadi ‘bancakan’ oleh berbagai kepentingan,” ujar Yudi.
“Istilah itu bukan haru, sudah lama kita dengar. Ke depan, istilah itu tak ada lagi, yang muncul kemudian, BUMN hebat dan bermartabat karena dikelola secara profesional oleh SDM yang berintegritas,” urai mas Bro.
“Semoga segera terwujud,” doa Heri.
