Ekonom Sebut Dampak Kenaikan Pertamax terhadap Inflasi Relatif Terbatas

Kamis 11 Jun 2026, 07:42 WIB
Pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi BBM jenis Pertalite di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Poskota | Foto: AIi Mansur)

Pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi BBM jenis Pertalite di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Poskota | Foto: AIi Mansur)

Meski demikian, Ibrahim mengakui penyesuaian harga Pertamax berpotensi memberikan kontribusi terhadap inflasi, terutama dalam jangka pendek. Namun dampaknya diperkirakan relatif terbatas karena jumlah pengguna Pertamax masih lebih sedikit dibandingkan pengguna Pertalite, khususnya pada kendaraan roda dua.

“Pengaruh terhadap inflasi tentu ada, tetapi tidak terlalu besar. Di lapangan, pengguna sepeda motor masih didominasi konsumen Pertalite,” katanya.

Ia juga menilai peluang perpindahan pengguna kendaraan roda empat dari Pertamax ke Pertalite relatif kecil karena adanya pembatasan melalui sistem barcode. Sementara perubahan pola konsumsi lebih mungkin terjadi pada sebagian pengguna sepeda motor.

Lebih lanjut, Ibrahim menyebut pemerintah masih memiliki ruang untuk mengevaluasi kebijakan subsidi BBM, termasuk kemungkinan penyesuaian kuota pembelian Pertalite bagi kendaraan roda dua guna menjaga keberlanjutan anggaran subsidi energi.

“Yang terpenting saat ini adalah memastikan subsidi tepat sasaran sehingga beban APBN tetap terkendali tanpa mengurangi daya beli masyarakat yang bergantung pada BBM bersubsidi,” pungkasnya.


News Update