Ia menjelaskan evaluasi tersebut mencakup persoalan kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola kelembagaan, hingga kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis.
"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," bebernya.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo yang menyasar pelajar dan masyarakat tertentu guna meningkatkan kualitas gizi nasional.
Karena itu, pengawasan terhadap kualitas makanan, distribusi, hingga tata kelola pelaksanaan program menjadi perhatian serius pemerintah.
Meski terjadi pergantian pimpinan di tubuh BGN, pemerintah memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan normal.
Prasetyo menegaskan bahwa pergantian kepala dan wakil kepala BGN tidak akan mengganggu komitmen pemerintah dalam menjalankan program prioritas tersebut.
Pihaknya menyebut seluruh proses transisi kepemimpinan telah dipersiapkan agar tidak memengaruhi jalannya program di lapangan.
"Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita dalam menjalankan program makan bergizi gratis dijalankan oleh BGN," jelas dia.
