POSKOTA.CO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) tercatat mengalokasikan dana hingga Rp113,9 miliar untuk pengadaan jasa event organizer (EO) sepanjang tahun 2025.
Perdebatan ini tidak hanya berkutat pada angka Rp113,9 miliar semata, tetapi juga menyangkut substansi kegiatan yang dikerjakan oleh EO.
Berdasarkan data realisasi pengadaan barang dan jasa yang dipublikasikan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), terdapat sedikitnya 31 paket pengadaan jasa EO yang dilakukan BGN.
Pengadaan ini berlangsung pada tahun pertama implementasi program makan bergizi gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah di sektor peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Sebagian besar paket pengadaan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan yang berlangsung di kantor pusat BGN.
Namun demikian, penggunaan jasa EO juga mencakup berbagai agenda lain, termasuk kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan lembaga.
Lantas, apa sebenarnya alasan utama BGN menggunakan jasa EO dengan nilai anggaran mencapai ratusan miliar rupiah tersebut?
Baca Juga: Mengejutkan, Kepala BGN Sebut Kurang Gizi Jadi Penyebab Timnas Indonesia Sering Kalah
Apa Alasan BGN Pakai Jasa EO Rp113, 9 Miliar?
Menanggapi penggunaan jasa EO dalam jumlah besar tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan terkait kondisi internal lembaganya.
"Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," kata Kepala BGN Dadan Hindayana, sebagaimana dilansir siaran pers Senin, 13 April 2026.
Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa event organizer memiliki kompetensi yang belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN, khususnya dalam penyelenggaraan acara secara profesional.
