“Kalau aturan baik, penyelenggaraannya baik, diharapkan hasilnya akan baik pula. Tapi kalau aturannya buruk, bagaimana berharap hasilnya akan baik,” kata Yudi.
“Itulah sebabnya pembahasan RUU Pemilu sangatlah penting, tak terkecuali bagi partai politik sangat berkepentingan karena sebagai peserta pemilu,” jelas mas Bro.
Diberitakan, pemilu itu diibaratkan sebagai ‘nyawa’ parpol seperti dikatakan Ketua DPP PDIP yang juga anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus. Karenanya ia menolak usulan agar RUU Pemilu menjadi usul inisiatif pemerintah.Ada apa?
Menurutnya, langkah tersebut tidak tepat. Menyerahkan inisiatif RUU Pemilu kepada pemerintah sama saja dengan menyerahkan 'nyawa' partai politik dan demokrasi kepada kekuasaan.
“Soal beda pandangan itu hal yang biasa dalam demokrasi, persoalan utamanya, kapan pembahasan RUU Pemilu segera dilakukan,” ujar Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Jauhi Narkotika Dengan Gaya Hidup Berolahraga
“Soal inisiatornya siapa, Enggak soal, yang penting segera pembahasan. Ini pun kehendak kalangan dewan, tak terkecuali sejumlah partai politik, termasuk Golkar yang mendorong RUU Pemilu segera dibahas,” urai mas Bro.
“Yang penting lagi, jika menolak inisiator RUU Pemilu dari pemerintah, logikanya inisiatif segera dijalankan oleh DPR. Jika lama-lama, boleh jadi pemerintah yang akan mengambil inisiatif karena waktunya mendesak,” kata Heri mengakhiri obrolan warteg hari ini.
