Nelayan di Labuan Pandeglang Kesulitan Dapat BBM Solar, Pemerintah Diminta Tambah Kuota

Senin 11 Mei 2026, 17:11 WIB
Ratusan perahu nelayan di Labuan, Pandeglang, Banten, saat disandarkan di muara. (Sumber: Pos Kota/Samsul Fatoni)

Ratusan perahu nelayan di Labuan, Pandeglang, Banten, saat disandarkan di muara. (Sumber: Pos Kota/Samsul Fatoni)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Ratusan nelayan perahu kecil di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, meminta kepada pemerintah umtuk menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar. 

Pasalanya, saat ini para nelayan kecil kesulitan untuk mendapatkan BBM solar tersebut, sehingga dapat menghambat terhadap aktivitas nelayan itu sendiri.

"Kelangkaan solar bersubsidi dinilai semakin menyulitkan nelayan kecil untuk melaut, terutama bagi mereka yang belum memiliki dokumen rekomendasi pembelian BBM," ungkap Otoy Jumami, Wakil Ketua Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ranting Labuan, Senin 11 Mei 2026.

Dikatakan Otoy, banyak nelayan mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar subsidi di SPBU nelayan.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim Pastikan Pengawasan Regulasi Berpihak pada Petani dan Nelayan Agrabinta

"Sekarang ini banyak sekali nelayan yang mengeluh bahkan datang kepada kami terkait masalah BBM. Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas dan pihak SPBU agar dilakukan pengecekan langsung ke lapangan supaya persoalannya jelas," katanya.

Menurutnya, persoalan distribusi solar subsidi perlu disinkronkan antara data rekomendasi dari dinas dengan data penyaluran di SPBU.

Hal itu untuk memastikan jumlah kapal yang benar-benar berhak menerima BBM subsidi.

"Nanti akan ketahuan mana kapal yang memiliki dokumen dan mana yang tidak. Jadi penyalurannya bisa lebih selektif sesuai jenis kapal dan alat tangkapnya," ujarnya.

Baca Juga: Kopi Pagi: Peduli Nelayan

Otoy menilai persoalan distribusi solar subsidi di wilayah Labuan juga dipengaruhi keberadaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bayangan. 


Berita Terkait


News Update