TAMBORA, POSKOTA.CO.ID - Kecataman Tambora, Jakarta Barat, menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam pemetaan sebagai kumuh. Salah satu lokasi RW kumuh berada di RW 03 Kelurahan Jembatan Besi.
Berdasarkan pendataan, di Kelurahan Jembatan Besi penduduknya berjumlah sekitar 35 ribu jiwa.
Ketua RW 03 Kelurahan Jembatan Besi, Didi Mawardi mengatakan, wilayahnya menjadi salah satu yang menyandang kategori kumuh berat berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS).
Adapun, di RW 03 terdapat sekitar 872 hingga 1.000 Kepala Keluarga (KK) yang berdesakan di lahan yang sangat terbatas dan membuat kawasan ini menjadi sangat padat.
Baca Juga: Angka RW Kumuh di Jakarta Menurun 52 Persen, Pramono Anung Minta Data Diperdalam Lagi
Ia menyebutkan permasalahan yang terjadi sehingga di wilayah tersebut menjadi sangat padat.
"Terkait kategori kumuh itu adalah memang padat penduduk. Kalau orang kan ngebangun ke samping, kita ke atas karena enggak ada lahan. Nah itu mereka bahkan satu rumah bisa 4 sampai 5 KK. Tidur pun mereka kadang suka shift-shiftan, gantian," kata Didi kepada wartawan, Kamis, 7 Mei 2026.
Saking padatnya, Didi menuturkan, plafon rumah warga saling menempel hingga membuat area permukiman tak terjangkau sinar matahari.
Selain itu, tidak ada ruang terbuka hijau (RTH) juga menyebabkan seluruh kawasan dipenuhi oleh permukiman tanpa adanya ruang terbuka.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Targetkan 445 RW Kumuh Ditata, Bantaran Rel jadi Prioritas
Kondisi tersebut bahkan membuat akses mobil pemadam kebakaran (damkar) sangat sulit melintas ketika terjadi kebakaran khususnya di wilayah Kecamatan Tambora.
