"Jadi mau mikirin untuk yang baik udah susah deh, yang penting untuk mikirin gimana hari ini, besok dan depannya tuh agak susah, hari ini gimana dulu nih, buat makan dan hidup aja susah, apalagi mikirin yang lain kan," pungkasnya.
Baca Juga: DPRKP Sebut Penataan 55 RW Kumuh di Jakarta Sudah Dimulai
Pangestu menyebut bahwa masyarakat Tambora memiliki semangat yang tinggi dan siap mendukung penuh program penataan dari pemerintah.
"Saya yakin apabila kita semua bisa ada program atau pembinaan melakukan perbaikan atau pembenahan, masyarakat akan support. Inilah kekuatan Tambora sebetulnya, bukan terlihat terlihat hanya karena padat dan kumuh, tapi sebetulnya di Kecamatan Tambora ini bisa rapi, lebih baik," kata Pangestu.
Terkait rencana penataan ke depan, Pangestu menilai pemerintah tidak bisa semata-mata menggunakan pendekatan represif.
Pihaknya akan memulai dengan penataan lingkungan sekitar sambil mendorong kemampuan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha masyarakat.
Seperti misalnya home industri konveksi yang merupakan komoditas utama di kawasan Tambora.
"Kalau nakut-nakutin ya mereka banyak keterbatasan. Kita bantu dari segala aspek, mereka ini berjuang untuk hidup aja susah. Jadi ya harus pendampingan, pembinaan," jelasnya.
"Insyaallah kalau semua taraf ekonominya mereka akan naik, itu pasti pemikirannya juga naik, mindset-nya juga udah berubah," sambung Pangestu.
