Meta Kehilangan 20 Juta Pengguna Harian, Gangguan Internet di Iran dan Pembatasan WhatsApp di Rusia Jadi Sorotan

Selasa 05 Mei 2026, 21:54 WIB
Logo Meta bersama aplikasi Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Perusahaan melaporkan penurunan 20 juta pengguna aktif harian pada kuartal pertama 2026 di tengah gangguan internet Iran dan pembatasan WhatsApp di Rusia. (Sumber: Dok/Whatsapp)

Logo Meta bersama aplikasi Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Perusahaan melaporkan penurunan 20 juta pengguna aktif harian pada kuartal pertama 2026 di tengah gangguan internet Iran dan pembatasan WhatsApp di Rusia. (Sumber: Dok/Whatsapp)

POSKOTA.CO.ID - Meta mencatat penurunan jumlah pengguna aktif harian pada kuartal pertama 2026. Dalam laporan keuangan periode Januari–Maret 2026, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu kehilangan sekitar 20 juta pengguna aktif harian atau Daily Active User (DAU) di seluruh ekosistem aplikasinya.

Penurunan tersebut menjadi perhatian pasar karena terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan perusahaan yang justru masih cukup tinggi. Meta tidak merinci platform mana yang mengalami penurunan pengguna paling besar, namun perusahaan mengakui penyusutan terjadi secara menyeluruh di keluarga aplikasinya.

Selain DAU, Meta juga melaporkan penurunan angka Daily Active People (DAP), yakni jumlah pengguna yang mengakses salah satu layanan Meta melalui aplikasi maupun web dalam satu hari tertentu. Secara total, Meta masih memiliki sekitar 3,5 miliar pengguna harian di seluruh dunia.

Namun, angka itu turun sekitar 0,5 persen dibanding kuartal IV-2025 yang mencapai 3,58 miliar pengguna harian. Meski terlihat kecil secara persentase, selisih tersebut merepresentasikan puluhan juta pengguna.

Baca Juga: Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Andalkan Baterai Jumbo dan Performa Gaming

Gangguan Internet Iran Dinilai Jadi Faktor Utama

Kepala Keuangan Meta, Susan Li, mengatakan penurunan pengguna berkaitan erat dengan gangguan internet besar-besaran di Iran.

Menurutnya, pembatasan akses internet yang diberlakukan pemerintah Iran sejak konflik memanas antara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026 berdampak langsung terhadap aktivitas pengguna Meta di negara tersebut.

“Gangguan konektivitas internet di beberapa wilayah memberikan dampak terhadap jumlah pengguna aktif harian kami,” ujar Susan Li dalam laporan keuangan perusahaan.

Sejak 28 Februari 2026, pemerintah Iran diketahui membatasi hampir seluruh akses internet domestik. Pembatasan dilakukan setelah meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul serangan militer AS dan Israel.

Selain kebijakan pembatasan dari pemerintah, kerusakan infrastruktur telekomunikasi akibat konflik juga disebut memengaruhi jaringan internet nasional, termasuk kabel serat optik yang mengalami gangguan.

Iran sebelumnya juga sempat melakukan pemutusan internet total pada Januari 2026 saat gelombang protes anti-pemerintah meningkat akibat melemahnya nilai mata uang domestik.


Berita Terkait


News Update