SURAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Lima finalis terpilih mengikuti mentoring eksklusif Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 2 sebelum melangkah ke sesi recording di Studio Lokananta.
Para finalis tidak sekedar berkompetisi dalam kemampuan bermusik, melainkan juga menerima manfaat utama program yang merupakan keunggulan program ini yaitu bekal perspektif baru dalam mengembangkan karya sekaligus memahami konteks industri musik secara lebih luas, benefit yang tidak didapatkan pada kompetisi sejenis di Indonesia. Program Bintang Muda
Lokananta ini menjadi inisiatif Lokananta yang didukung penuh oleh PT Danareksa (Persero) dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). BML menjadi wujud nyata kontribusi Danareksa dan PPA dalam mendukung regenerasi ekosistem musik Indonesia dengan melahirkan talenta baru melalui program tanggung jawab sosial & lingkungan (TJSL).
Kelima finalis yang terpilih terdiri dari Tuan Sendiri (Bandung), Gardenia (Banjarnegara), BeverlyLine (Semarang), Barmy Blokes (Surakarta), dan Drewgon (Maluku Tenggara). Mereka mendapatkan manfaat untuk membangun kapasitas kreatif sekaligus professional dengan belajar langsung dari mentor berpengalaman, memahami proses produksi musik secara menyeluruh yaitu bekal pengetahuan, karya rekaman, dan jejaring yang terbentuk.
Baca Juga: 5 Wisata Bogor Ramah di Kantong, Solusi Liburan Nataru 2025 Seru Tanpa Bikin Dompet Menjerit
Para finalis berkesempatan berdiskusi langsung dengan mentor-mentor berpengalaman dalam ekosistem musik, di antaranya Kukuh Rizal membangun fondasi manajerial bagi musisi/band, dengan memahami pilihan model bisnis dalam musik serta sumber-sumber pendapatan yang dapat dikembangkan.
Ferry Dermawan memandu finalis mengenal perspektif kurator festival musik dalam melihat potensi serta kesiapan seorang musisi/band. Lafa Pratomo membantu menjelaskan peran produser dalam membentuk karakter dan identitas karya seorang musisi/band tanpa kehilangan arah/ karakter musiknya dan Endah Widiastuti menyampaikan cara membangun karya musikal di tengah tren dan tuntutan pasar melalui lirik yang bercerita.
Saat sesi mentoring berlangsung, para mentor berinteraksi lebih dekat dengan finalis BML. Sebagai seorang produser, Lafa Pratomo berpendapat bahwa musisi yang tidak berada di pusat industri justru memiliki semangat kreatifitas dan daya juang lebih tinggi dalam berkarya.
Hal ini terlihat dari penilaiannya terhadap kemampuan produksi para finalis yang cukup mumpuni, dan ia berharap kehadirannya bisa ikut memantik semangat mereka untuk terus berkarya.
Baca Juga: Terapkan One Way di Jalur Puncak Bogor, Wisatawan Asal Tangerang Rela Tunggu 4 Jam untuk Liburan
Sejalan dengan itu, Kukuh Rizal menekankan betapa menyenangkan bertemu musisi-musisi baru dengan energi besar. Ia melihat keseriusan para finalis dalam setiap sesi, dan menilai Bintang Muda Lokananta adalah jembatan yang mempertemukan potensi tersebut sekaligus membuka ruang penemuan baru bagi perkembangan musik Indonesia. Menurutnya, potensi yang dimiliki para finalis bukan hanya bakat, tetapi juga bentuk kemauan usaha untuk menyusun management systems dalam rencana jangka panjang dan membuktikan diri lewat karya.
