Ia mencontohkan pengalaman saat momentum ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu, ketika menu untuk sekitar 36 juta penerima manfaat menggunakan telur dan nasi goreng. “Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,” jelasnya.
Baca Juga: YouTube Patuhi Regulasi PP Tunas Komdigi, Akun Anak di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan
Dukung Pangan Lokal dan Stabilitas Pasokan
Lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa keberagaman menu menjadi bagian penting dalam desain program MBG. Tujuannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas rantai pasok pangan nasional.
Pendekatan ini sekaligus membuka peluang pemanfaatan potensi lokal, mulai dari sektor peternakan, perikanan, hingga pertanian di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap program MBG dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan tekanan berlebihan pada harga dan ketersediaan bahan pangan di pasar.
