Haji 2026 Dimulai, Menhaj Lepas Kloter Pertama dari Asrama Haji Jakarta

Kamis 23 Apr 2026, 14:15 WIB
Ilustrasi. Menhaj melepas kloter pertama jemaah haji 2026 dari Jakarta. Hanya jemaah dengan visa resmi diberangkatkan, dengan dukungan penuh PPIH dan kesiapan layanan di Madinah. (Sumber: Pinterest)

Ilustrasi. Menhaj melepas kloter pertama jemaah haji 2026 dari Jakarta. Hanya jemaah dengan visa resmi diberangkatkan, dengan dukungan penuh PPIH dan kesiapan layanan di Madinah. (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Indonesia resmi memulai rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026 dengan memberangkatkan kloter pertama jemaah dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede. Momentum ini menjadi penanda dimulainya operasional haji yang telah dipersiapkan sejak jauh hari.

Prosesi pelepasan berlangsung di Asrama Haji Kelas I Jakarta pada Selasa malam 21 April 2026, dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf. Suasana haru dan khidmat menyertai keberangkatan ratusan jemaah yang siap menunaikan rukun Islam kelima.

Keberangkatan kloter pertama ini tidak hanya menjadi awal perjalanan spiritual para jemaah, tetapi juga mencerminkan kesiapan pemerintah dalam memberikan pelayanan maksimal, mulai dari tahap pemberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga: KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji

Kloter Pertama Jemaah Haji Diberangkatkan dari Jakarta

Sebanyak 391 jemaah haji asal Jakarta Timur yang tergabung dalam kloter JKG-01 mulai memasuki asrama haji untuk menjalani prosedur awal sebelum keberangkatan. Setelah proses tersebut, jemaah diberangkatkan secara bertahap menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.

Momentum ini sekaligus menandai dimulainya proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia secara nasional.

“Hari ini kita menyaksikan bahwa kloter pertama jemaah haji Indonesia telah memasuki asrama dan siap diberangkatkan. Ini menjadi awal dari rangkaian panjang pelayanan haji tahun ini yang harus kita jaga bersama kualitasnya,” ujar Menhaj.

Penegasan Soal Visa Haji dan Keamanan Jemaah

Dalam keterangannya, Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa seluruh jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi syarat administrasi, khususnya terkait kepemilikan visa haji resmi.

“Kami tegaskan, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang akan diberangkatkan. Ini penting untuk menghindari penolakan di Arab Saudi dan memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” tegasnya.

Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran ibadah sekaligus menghindari kendala administratif saat tiba di Tanah Suci.

Antisipasi Kursi Kosong dengan Jemaah Cadangan

Pemerintah juga telah menyiapkan strategi mitigasi guna mengantisipasi kemungkinan adanya kursi kosong akibat pembatalan keberangkatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan jemaah cadangan.


Berita Terkait


News Update