Jakarta Jajaki Sister City dengan Shenzhen: Fokus Teknologi, Transportasi dan Inovasi

Kamis 23 Apr 2026, 16:05 WIB
Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menyepakati kerja sama sister city antara Jakarta dan Shenzhen, Tiongkok. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

Potret Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menyepakati kerja sama sister city antara Jakarta dan Shenzhen, Tiongkok. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyepakati kerja sama sister city antara Jakarta dan Shenzhen, Tiongkok yang ditargetkan pada November 2026 mendatang. 

Adapun kesepakatan kerjasama itu dilakukan, saat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu Executive Vice Mayor Shenzhen, Tao Yongxin, di Fuzhong 3rd Road, Shenzhen, Tiongkok, Rabu 22 April 2026.

“Saat ini Jakarta telah menjalin kerja sama sister city dengan Beijing dan Shanghai. Kami berharap dapat menyusun Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal, untuk kemudian dilanjutkan dengan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Shenzhen,” ujar Pramono dalam keterangannya, Kamis, 23 April 2026.

Pramono menyebut bahwa kerja sama itu dapat memperkuat hubungan internasional sekaligus menjadi ruang berbagi praktik baik antarkota. 

Baca Juga: Pramono Soroti Kesenjangan MRT Jakarta–Shenzhen, Genjot Sistem Transportasi Terintegrasi

Terutama, dikatakan dia, dalam mendorong pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan di Jakarta. 

“Jakarta dengan penduduk sekitar 11 juta jiwa, serta kawasan aglomerasi Jabodetabek yang mencapai 42 juta jiwa, menghadapi persoalan yang dulu juga dialami Beijing, seperti transportasi, kemacetan, polusi, hingga banjir. Kami ingin belajar dari Shenzhen sebagai role model,” kata Pramono.

Sementara itu, Tao Yongxin menyambut positif rencana tersebut. Ia bahkan menawarkan empat bidang kerja sama yang dinilai potensial untuk dikembangkan bersama.

“Kami ingin memulai dari friendship city sebagai langkah awal menuju sister city. Selain itu, ada peluang kerja sama di bidang teknologi dan inovasi, people-to-people connection seperti pertukaran mahasiswa dan budaya, serta sektor maritim,” ucap Tao.

Baca Juga: Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

Menurut Tao, posisi Indonesia yang strategis dalam jalur maritim global menjadi nilai tambah bagi pengembangan kolaborasi tersebut. 


Berita Terkait


News Update