Pramono Soroti Kesenjangan MRT Jakarta–Shenzhen, Genjot Sistem Transportasi Terintegrasi

Kamis 23 Apr 2026, 15:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar pertemuan bilateral Deputy Party Secretary and General Manager Shenzhen Metro Group Co., Ltd., Huang Liping di Tiongkok. (Sumber: Pemprov Jakarta)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar pertemuan bilateral Deputy Party Secretary and General Manager Shenzhen Metro Group Co., Ltd., Huang Liping di Tiongkok. (Sumber: Pemprov Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar pertemuan bilateral dengan Shenzhen Metro Group untuk membahas terkait peluang pengembangan transit oriented development (TOD) yang modern dan berkelanjutan untuk mendukung transportasi perkotaan Jakarta.

“Kami ingin memiliki perbandingan efektivitas MRT di berbagai kota dunia. Shenzhen menjadi rujukan karena efisiensi pelayanan dan operasionalnya,” ujar Pramono dalam keterangannya, Kamis, 23 April 2026

Pramono turut menyoroti kesenjangan capaian antara kedua kota yakni Jakarta dan Sehenzen. 

Menurutnya, Shenzhen Metro mampu mengangkut hingga 13 juta penumpang per hari dengan jaringan sekitar 635 kilometer. 

Baca Juga: Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

Adapun MRT Jakarta saat ini melayani sekitar 128 ribu penumpang per hari. 

Dia menyebut, kondisi ini menjadi pembelajaran penting untuk mempercepat pengembangan MRT dan kawasan TOD di Jakarta.

“Ini menjadi urgensi, karena mobilitas keluar-masuk Jakarta mencapai sekitar 4 juta orang per hari. MRT harus dikembangkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung integrasi kawasan aglomerasi,” ucap Pramono. 

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menilai kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan sistem TOD. 

Baca Juga: BBM Makin Mahal, Ini Cara Pramono Anung Ubah Pola Transportasi Warga Jakarta

Pengalaman Shenzhen dapat menjadi rujukan dalam membangun sistem operasional perkeretaapian yang terintegrasi.


Berita Terkait


News Update