Ekonomika Pancasila: Ekonomi Tumbuh tapi Tak Merata

Rabu 22 Apr 2026, 15:16 WIB
Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono (Sumber: Dok. Poskota)

Ekonomika Pancasila oleh Yudhie Haryono (Sumber: Dok. Poskota)

Tentu saja ini terjadi, karena kita bukan hanya mewarisi arsitektur ekonomi "bekas jajahan" tetapi juga para ekonom yang "minta dijajah" sehingga problemnya kwadrat: resiprokal dan tidak tak tersembuhkan. Multifokus dan ecek-ecek menjadi "benchmark" yang riil.

Mereka kini bangga punya mental kolonial akut yang irasional, tamak dan menjajah. Hobinya mengeluh, menjamah dan menjarah. Ujungnya, mereka golf sambil membunuh warganya pelan-pelan untuk mengentit cuan oligark masuk ke sakunya.

Ya. Ini semua karena secara ontologis, uang bagi mereka bukan sekadar alat tukar, tapi objek sesembahan, peneguh kekuasaan batil dan mesin penggerak perubahan destruktif.

Itulah mengapa mereka menyembah pertumbuhan, anti pemerataan; menyembah pasar bebas, anti pasar terkelola; menyembah kurs bebas, anti kurs terkelola.

Merekalah sejatinya para hit-guys yang mengkhianati Pancasila dan pikiran serta cita-cita pendiri republik. Merekalah arsitek utama pertumbuhan ekonomi tanpa kedaulatan; proklamasi negara tanpa kemerdekaan; penghuni istana negara tanpa memilikinya.

Opini ini ditulis oleh CEO Nusantara Centre, Yudhie Haryono.


Berita Terkait


News Update