Bunbun mengatakan, konsep revitalisasi yang diusulkan adalah pasar modern yang tetap mengedepankan sisi humanis. Pasar tersebut diharapkan menjadi pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin konsep pasar yang humanis, pasar Pancasila, bersih dan sehat. Itu yang kita harapkan ke depan,” tuturnya.
Tak hanya itu, Pasar Badak Pandeglang juga akan diarahkan menjadi percontohan pasar digital di Pandeglang. Nantinya lanjut dia, para pedagang akan diedukasi untuk mulai menggunakan sistem transaksi non-tunai hingga pemasaran secara online.
“Ke depan kami dorong ada digitalisasi, bisa pakai QRIS. Pedagang juga kami edukasi agar tidak hanya menunggu pembeli, tapi bisa jualan secara online,” jelasnya.
Dalam prosesnya, DKUPP juga telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait rencana revitalisasi tersebut. Hal ini dilakukan agar pedagang memahami kondisi pasar saat ini dan pentingnya pembangunan ulang.
“Kami sudah mulai sosialisasi, hari ini juga ada sekitar 30 perwakilan pedagang yang kami undang agar mereka paham kenapa pasar ini harus direvitalisasi,” bebernya.
Terkait relokasi pedagang, pemerintah menyiapkan beberapa opsi lokasi sementara bagi pedagang, di antaranya di sekitar Terminal Kadubanen, Terminal Labuan, hingga Pasar Timur.
“Kami tawarkan beberapa lokasi relokasi, nanti disesuaikan dengan kapasitas yang ada,” ucapnya.
Untuk sumber anggaran, Bunbun menyebut proyek revitalisasi kemungkinan akan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengingat kebutuhan biaya yang cukup besar.
“Kemungkinan anggaran di atas Rp 50 miliar, karena konsepnya bisa sampai empat lantai dengan kapasitas sekitar 700 sampai 800 kios,” ujarnya. (fat)
